BI Perluas Akses Pasar UMKM ke Mancanegara Lewat Pamor Borneo 2025

Banjarmasin, DUTA TV — Memperluas akses pasar UMKM hingga mancanegara, meningkatkan peluang investasi, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan mengangkat citra budaya Kalimantan, Bank Indonesia Kalimantan Selatan menggelar Pamor Borneo 2025.

Pamor Borneo diisi dengan showcasing UMKM. Pamor Borneo 2025 ini bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kaya potensi dan peluang investasi.

Bukan hanya investasi, kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-75 Kalsel ini juga sebagai upaya mendorong sektor perdagangan dan pariwisata di Kalimantan Selatan.

Kepala Bank Indonesia Kalsel mengatakan, dengan potensi energi terbarukan, perdagangan lintas batas, serta keindahan budaya dan alam, Kalimantan tidak hanya berperan bagi Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.

Sehingga momentum ini patut dimanfaatkan sebagai modal besar untuk menjadikan Kalsel pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Kepala Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pembinaan hingga pendampingan agar UMKM bisa bersaing di tingkat global.


“Kita menguatkan produk-produk UMKM, melakukan pembinaan dan sebagainya, sehingga mereka mampu melakukan ekspor. Tadi kita sudah kerja sama dalam hal investasi, tentunya ini perjalanan panjang,” ujar Fadjar Majardi.

Fadjar Majardi menambahkan bahwa selain mendukung UMKM, Bank Indonesia juga menyiapkan sejumlah proyek investasi yang telah dikurasi.


“Kita pilih dulu proyek-proyek investasi milik pemerintah se-Kalimantan, kami kurasi dulu, jangan sampai kita malu nanti bila belum kurasi. Ini ada 15 investasi yang akan ditawarkan, ada 12 negara yang datang duta besarnya,” tambahnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan Haji Muhidin melalui Sekdaprov Kalsel menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pamor Borneo 2025.

Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperbesar akses pasar, memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan ke dunia, dan menunjukkan bahwa Kalsel siap bersaing.

Sementara itu, Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin menekankan pentingnya tiga pilar utama yang menjadi penopang perkembangan ekonomi daerah.

“Tiga pilar utama, yaitu perdagangan, investasi, dan pariwisata, semua itu sudah dilakukan MoU. Bagaimana produk-produk yang ada di Kalsel sudah bisa merambah ke mancanegara, bahkan tidak kalah karena dipersiapkan dengan sangat baik. Kita harapkan terus berkembang dan lebih banyak lagi rekan-rekan kita yang bisa ekspor,” ungkapnya.

Selain showcasing UMKM di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Pamor Borneo 2025 juga diisi Borneo Business and Investment Forum 2025.

Bukan hanya dalam kegiatan ini, penguatan daya saing UMKM juga telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching, di mana kegiatan ini menghasilkan kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent dengan perusahaan Thailand senilai Rp6,3 miliar untuk sektor fesyen.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *