Berbagai Daerah Tunjukkan Praktik Baik Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Kalimantan Selatan, DUTA TV — Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang diumumkan Selasa (30/3) telah berlaku. Dilansir dari laman Kemendikbud RI. Menindaklanjuti SKB Empat Menteri tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengimbau kepada seluruh satuan pendidikan yang guru dan tenaga pendidiknya sudah divaksinasi untuk segera memenuhi daftar periksa dan menawarkan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Lihat Juga :  Kolaborasi Kemendikbud dan KPCPEN Sosialisasikan Akselerasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

“SKB ini sudah berlaku. Tidak perlu menunggu Juli 2021 untuk melakukan PTM terbatas,” tekan Mendikbud. Lebih lanjut Mendikbud juga menyampaikan, “satuan pendidikan yang sudah ataupun dalam proses melakukan PTM terbatas walau pendidik dan tenaga kependidikannya belum divaksinasi tetap diperbolehkan melakukan PTM terbatas selama mengikuti protokol kesehatan dan sesuai izin Pemerintah Daerah”.

Sementara disalah satu daerah di Kalimantan Selatan, tepatnya di Kabupaten Banjar, pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten setempat, melaksanakan swab antigen terhadap tenaga guru pengawas dan pelaksana ujian sekolah tatap muka yang diselenggarakan di 19 lembaga pendidikan SMPN.

Lihat Juga :  Tingkatkan Kompetensi TIK Guru, Kemendikbud Kembali Luncurkan Bimtek PembaTIK 2021

Kegiatan swab itu menjadi syarat bagi pelaksana dan pengawas ujian sekolah yang akan dilaksanalan pada 5 hingga 7 April 2021.

Sedangkan lima SMPN di Kota Martapura lainya, yakni smpn 1, 2, 3, 4 dan SMPN 6, tetap melaksanakan ujian sekolah secara daring, karena memiliki sarana dan prasarana internet lengkap, serta melindungi siswa dan guru dari ancaman terpapar wabah pandemic covid 19.

Lihat Juga :  Kerja Sama Pendidikan Tinggi untuk Pengembangan Sumber Daya Laut dan Perikanan

ketika mendiknas membuka peluang ujian tatap muka, hanya sekolah yang mengalami gangguan jaringan internet di ijinkan. dan dilakukan swab sedangkan sekolah di kota martapura, sistem daring karena status kota Martapura masih zona merah”, Kata Pjs kadisdik banjar Liana Penny.

Untuk sekolah yang melaksanakan ujian daring, terpantau terus mempersiapkan aplikasi internet, sebelum pelaksanaan pada 5 hingga 7 April 2021.

Tim liputan.

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *