Bendungan Tapin Mulai Dilakukan Pengisian Air

Tapin, Duta TV – Proyek nasional pembangunan bendungan Tapin yang dimulai sejak tahun 2015 akhirnya memasuki tahap baru yakni pengisian volume air sebelum nantinya resmi difungsikan.
Pengisian air bendungan Tapin ini sendiri ditandai dengan ditekannya tombol sirene yang langsung dilakukan oleh bupati Tapin yang didampingi Direkrur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR Republik Indonesia beserta para undangan lainnya.
Dengan dilakukannya pengisian volume air di bendungan Tapin yang berada di desa Pepitak Jaya, kecamatan Piani ini sendiri diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerah setempat ke depannya. “Bagaimanapun ini bendungan adalah milik kabupaten Tapin bukan milik bupati, artinya milik lapisan masyarakat dan kepentingannya pun untuk semua lapisan masyarakat jadi harus dijaga oleh semua lapisan masyarakat kemudian tingkat kepentingannya pun sama, inikan diprogram oleh bapak presiden kita malu nanti dengan bapak presiden, memberikan bendungan cukup besar tapi kita sendiri kabupaten tidak menjaga jadi kita harus menjaganya,” tegas Arifin Arpan Bupati Tapin.
“Bendungan Tapin ini termasuk dalam proyek strategis nasional yang diprogramkan sejak tahun 2014 dan Alhamdulillah pada hari ini bisa sama-sama kita saksikan untuk pengisiannya, mudah-mudahan nanti bendungan ini bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat kabupaten Tapin khususnya dan provinsi Kalsel pada umumnya,” ujar Airlangga Mardjono Direktur Bendungan dan Danau Ditjen SDA Kementrian PUPR.
“Alhamdulillah dengan bantuan pemerintah daerah aparat setempat BPN, BPKP Alhamdulillah semua masalah pelan-pelan teratasi terutama masalah sosial itu memang harus berhati hati tapi Alhamdulillah sekarang semua sudah bisa, untuk target Insya Allah tergantung hujan dari hujannya kalau musim hujan menurut perkiraan hasil analisa Hidrologi dan lain-lain itu dalam waktu 4 sampai 5 bulan sudah penuh,” terang Fikri Abdurachman Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II.
Pengisian air bendungan sendiri dilakukan dengan memanfaatkan genangan air hujan serta aliran sungai yang ada di kawasan tersebut yang mana akan ditargetkan selesai selama lima bulan ke depan sebelum nanti dilanjutkan ke proses selanjutnya.
Reporter: Muhammad Irfansyah





