Bappeda Kalsel Gelar Forum Konsultasi Publik Penyusunan RKPD Tahun 2022

Banjarbaru, DUTA TV Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022 di Ruang Rapat Kantor Bappeda Kalsel, Banjarbaru.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sementara (Pj) Sekda Kalsel, Roy Rizali Anwar dan turut dihadiri ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kepala Bappeda Kaksel, Nurul Fajar Desira, Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan jajaran SKPD 13 Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya Roy Rizali Anwar mengatakan pada tahun 2022 pemerintah Kalsel dalam pembangunan akan fokus pada program RKPD yaitu pada bidang kesehatan, pendidikan, keterampilan, UMKM, investasi hilirisasi industri, pertanian, pariwisata, penanganan COVID-19 dan bencana banjir.

Lihat Juga :  Mulai Maret, Perpus Palnam Buka Layanan Sabtu-Minggu Dengan Prokes Ketat

Melalui forum tersebut diharapkan semua jajaran dapat memberikan masukan dan saran penyempurnaan untuk menentukan penyusunan dan program kerja pemerintah daerah.

“Diharapkan semua satuan perangkat daerah dapat benar-benar fokus untuk menyusun program rencana kerjanya masing-masing berdasarkan rencana RKPD tahun 2020,” kata Roy dalam sambutan secara virtual, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, tahun 2021 adalah tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalsel. Banyak yang telah tercapai dalam pembangunan 5 tahun tersebut. Karena program dan kegiatan yang diselenggarakan ini tidak lain melalui APBD.

Lihat Juga :  Jelang HPSN 2021, Pemprov Kalsel Gelar Aksi Bersih-Bersih Di Kawasan Perkantoran

“Maka para pimpinan SKPD dapat mengevaluasi apakah pelaksanaan RPJMD Provinsi Kalsel tersebut telah mencapai sasaran yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, secara umum ada beberapa indikator penting pembangunan daerah yang telah mengalami peningkatan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 69,05 persen pada tahun 2016 menjadi 70,91 persen di tahun 2020.

Selain IPM, ada indikator lainnya yang mengalami kenaikan seperti program revolusi hijau yang dijalankan secara konsisten selama 5 tahun juga mengangkat Indeks Kualitas Lingkungan hidup Kalsel dari 58,06 persen di tahun 2015 menjadi 61,9 persen di tahun 2020.

Lihat Juga :  Akses Jalan Gubernur Syarkawi Mulai Diperbaiki

Berangkat dari gambaran pencapaian target pembangunan RPJMD tersebut diharapkan kita dapat mengevaluasi bersama, apa saja yang menjadi hambatan dan tantangan dalam pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat SKPD.

“Mari bersama-sama kita mengevaluasi pencapaian tersebut. Maka usulan saudara untuk tahun 2020 tidak hanya sekadar usulan tetapi betul-betul hasil kajian, telaah, kegiatan yang selama ini saudara lakukan. Dimana target yang belum tercapai harus dipenuhi di tahun 2022,” ujarnya. MC Kalsel/tgh

tim liputan


Informasi ini juga bisa dilihat di website Diskominfo Kalsel Klik disini

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *