Bangun Banua Perkuat Posisi Saham hingga 70 Persen dalam Kerja Sama dengan Pelindo

Jakarta, Duta TV — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi daerah terus dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Salah satunya melalui penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah, PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, dalam kerja sama strategis dengan PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo.

Komitmen ini ditandai dengan pertemuan antara Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, jajaran direksi PT Bangun Banua dan PT Ambapers, bersama Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, di Jakarta.

Dalam pertemuan ini, disepakati penyesuaian komposisi saham, di mana Bangun Banua meningkatkan kepemilikan dari 60 persen menjadi 70 persen.

H. Muhidin menyampaikan rencana penambahan saham untuk memperkuat peran daerah di sektor ekonomi.

“Artinya ada tambahan 10 persen saham yang akan dibeli oleh Bangun Banua. Ini merupakan langkah strategis agar daerah memiliki peran lebih besar dalam mengelola potensi ekonomi, khususnya di sektor kepelabuhanan,” ujarnya.

Gubernur menyebut, peningkatan porsi saham ini tidak lepas dari kinerja positif perusahaan daerah tersebut, termasuk keberhasilan dalam kegiatan pengerukan alur Sungai Barito yang selama ini berjalan optimal.

Selain memperkuat posisi saham, kerja sama ini juga diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan deviden bagi pemerintah daerah, sehingga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.

H. Afrizaldi menyebut pertemuan membuka peluang kerja sama lintas sektor strategis daerah.

“Tidak hanya pengerukan alur sungai, pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis lainnya. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Keberhasilan pengelolaan Sungai Barito direncanakan menjadi model percontohan atau pilot project yang dapat diterapkan di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Ke depan, PT Ambapers juga akan melakukan ekspansi ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya pada sektor logistik maritim, baik melalui kerja sama dengan BUMN maupun pengelolaan mandiri.

Ruang lingkup usaha yang selama ini didominasi angkutan tongkang batubara dan kayu, akan diperluas ke sektor kapal kargo, layanan pelabuhan, hingga kegiatan bongkar muat.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *