Astaga ! 300 Warga Iran Tewas Minum Metanol Untuk Cegah Corona

 

DUTA TV – Kabar mengejutkan datang dari seorang tenaga medis di Iran. Wabah corona telah membuat warga di negara tersebut melakukan segala cara untuk mencegahnya, termasuk minum metanol. Akibatnya, dilaporkan 300 orang meninggal setelah meminumnya.

Untuk itu ia memohon kepada masyarakat agar berhenti minum metanol. Tenaga medis ini tengah menangani seorang anak berusia lima tahun yang keracunan alkohol dosis tinggi dan akhirnya mengalami kebutaan.

Orang tua anak itu memberinya metanol kandungan tinggi dan sangat beracun dengan keyakinan keliru itu dapat melindungi anak mereka dari virus.

“Dikabarkan alkohol dapat mencuci dan membersihkan sistem pencernaan. Itu sangat salah,” kata Javad Amini Saman di kota barat Kermanshah Iran, tempat puluhan orang dirawat di rumah sakit, Jumat (27/3).

Ini hanyalah satu dari ratusan korban pandemi yang kini mencengkeram Iran. Media Iran melaporkan hampir 300 orang meninggal dan lebih dari 1.000 orang sakit sejauh ini karena menelan metanol di seluruh Iran.

Hal ini terjadi saat informasi mengenai obat palsu ini menyebar di media sosial di Iran. Warga sangat curiga terhadap pemerintah setelah meremehkan pandemi selama berhari-hari sebelum akhirnya melanda negara itu.

Saat ini, belum ada vaksin yang dapat menyembuhkan Covid-19. Tetapi dalam pesan yang dibagikan secara luas, akun media sosial Iran dalam bahasa Farsi secara keliru menyebutkan seorang guru sekolah Inggris dan yang lainnya sembuh dari virus corona setelah minum wiski dan madu, berdasarkan kisah tabloid dari awal Februari.

Iran telah melaporkan lebih dari 29 ribu kasus yang dikonfirmasi dan lebih dari 2.200 kematian akibat virus, jumlah korban tertinggi dari negara mana pun di Timur Tengah. Para ahli internasional juga khawatir Iran mungkin tidak melaporkan kasusnya karena para pejabat selama berhari-hari meremehkan virus menjelang pemilihan parlemen.(ern/rep)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *