Akses Jalan Tergenang, Hidup Salbiyah dan Keluarga Memprihatinkan

Banjarmasin, DUTA TVIni lah sosok Salbiyah, wanita paruh baya yang kini jadi tulang punggung keluarga. Banjir yang mendera Kota Banjarmasin beberapa waktu lalu, membuat Salbiyah dan keluarga ikut terdampak.

Memiliki pondokan sederhana berdinding seng bekas di pinggiran Kota, memaksanya untuk tetap kokoh menopang hidup dengan menembus air tinggi.

Pasalnya akses jalan rumah Salbiyah yang berlokasi di Jalan Semanda, kelurahan Sungai Lulut Banjarmasin Timur kini masih tergenang dengan air setinggi paha orang dewasa.

Lihat Juga :  Puskesmas Sungai Tabuk Buka Posko Kesehatan di Pinggir Sungai Martapura

Untuk dapat mencapai titik depan komplek tempat ia tinggal, ibu tiga anak ini harus menggunakan perahu kecil, yang ia pinjam  dari tetangga sebelah rumah.

Perahu ini kerap kali ditumpangi anak dan cucunya kini juga hidup bersamanya.

Saat air tinggi beberapa pekan lalu, Salbiyah dan keluarga sempat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Lihat Juga :  Salurkan Bantuan Banjir Batola, Lazisnu Singgah Berbagi Kepada Para Supir

Ia mengaku hanya bertahan hidup dari distribusi logistik Sembako yang disalurkan oleh para relawan, lantaran tak bisa mencari nafkah.

Sehari-harinya Salbiyah hanya seorang penjual nasi di kawasan Semanda I. Untung yang ia dapat dari usaha itu, ia gunakan untuk menghidupi tiga anak, satu menantu dan dua cucunya.

“Masih dalam lagi, sekitar sepinggang, bejalan ada jukung minjam jukung, kalau guring dimana-mana ai umpat guring, sama cucu sama anak, anak empat, totalnya enam berataan lawan menantu,” ujar Salbiyah.

Salbiyah

Salbiyah

Kini ia pun berharap air tinggi yang saat ini masih menggenang bisa segera surut agar bisa beraktifitas seperti biasa.

Lihat Juga :  Desa Pemakuan Laut Minim Logistik

Reporter : Nina Megasari

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *