Ada Wacana Petugas Haji Nonmuslim, MUI : Untuk Ibadah Harus Muslim

Jakarta, DUTA TV –  Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, memberikan tanggapan terkait gagasan pelibatan masyarakat lintas agama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Meski pada prinsipnya mendukung semangat gotong royong dan kebersamaan, Kiai Cholil menegaskan bahwa petugas haji untuk ibadah tetap tidak boleh dari nonmuslim.

Tanggapan tersebut disampaikan Kiai Cholil menyangkut wacana yang didorong oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak.

Wamenhaj sebelumnya mengusulkan keterlibatan masyarakat lintas agama, seperti umat Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu sebagai bentuk penghadiran toleransi dan persaudaraan dalam pelayanan jamaah haji Indonesia.

Kiai Cholil menjelaskan, keberadaan warga nonmuslim dalam ekosistem penyelenggaraan haji pada dasarnya dimungkinkan, namun terbatas pada ranah teknis atau tugas lapangan semata.

Mereka tidak diperkenankan masuk ke dalam ranah pelayanan atau pembimbingan ibadah haji itu sendiri.

​“Petugas lapangan boleh, tapi bukan petugas ibadah. Karena untuk pelaksanaan ibadah, petugas haji tidak boleh dari nonmuslim,” ujar Kiai Cholil Nafis, Ahad (1/11/2026).

Lebih lanjut, Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menggarisbawahi pentingnya mendahulukan umat Islam selama ketersediaan sumber daya manusia masih mencukupi.

Menurutnya, haji merupakan ritual ibadah yang memiliki kekhususan syariat bagi pemeluk agama Islam.

​“Tapi selagi masih ada yang muslim, baiknya itu yang muslim karena haji itu pelaksanaan ibadah yang khusus umat Islam. Toleransi dan ukhuwah itu ada tempat dan batasnya,” tegasnya..

Sebelumnya, saat berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara, Jumat (30/10/2026), Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong pelibatan kelompok agama lain dalam pelayanan jamaah haji daerah. Hal ini dinilai dapat memperkuat nilai kebinekaan dan gotong royong sebagai karakter bangsa Indonesia.

Menurut Wamenhaj, pelayanan kepada jamaah tidak hanya didukung oleh umat Islam, tetapi juga dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam semangat kemanusiaan.(mui)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *