Ada Pasar Kuliner ‘Jadul’ di Desa Wisata Agro Technopark Batulicin

Tanah Bumbu, DUTA TV — Pasar kuliner jadul tempo dulu di Desa Wisata Agro Technopark Batulicin Irigasi, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, kian ramai dikunjungi pecinta makanan lawas. Tak kurang dari empat ribu hingga lima ribu pengunjung menyerbu pusat jajanan tradisional yang jaya pada masa kerajaan dulu setiap pekan kedua.

Nuansa jadul di pasar tradisional ini sangat terasa. Kombinasi suasana tempat di tengah hutan dan aliran kali kian menambah kesan natural.

Puluhan kedai berbahan kayu dan daun kelapa berbaris di bawah pepohonan rindang menjual beragam jajanan klasik tempo dulu. Pedagangnya bahkan mengenakan busana tradisional, sementara penyajian makanan menggunakan daun pisang dan alat transaksi jual beli dengan koin kayu.

Suasana yang dihadirkan untuk mengingatkan masa lampau semakin menarik dengan dukungan alunan musik tradisional sehingga menciptakan pengalaman nostalgia yang kaya budaya lokal.

Pasar kuliner jadul ini berlokasi di Taman Wisata Technopark, Desa Batulicin Irigasi, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu.

Ribuan pecinta kuliner tradisional dari berbagai daerah di Kalimantan, Minggu pagi, ramai memadati dan menyerbu tempat ini. Mereka bahkan rela mengantre di kedai-kedai yang menyajikan masakan lawas favoritnya. Pengunjung mengaku menyukai tempat ini karena bisa bernostalgia mengenang masa lalunya. Pilihan masakannya juga lebih variatif.

Kepala Desa Batulicin Irigasi, Supriyadi, mengaku pasar ini telah menjadi magnet masyarakat untuk berkunjung. Sejak dibuka satu setengah tahun lalu, hadir setiap bulan pada pekan kedua, jumlah kunjungan terus mengalami peningkatan signifikan. Setiap event setidaknya dikunjungi empat hingga lima ribu masyarakat dari beberapa daerah di Kalimantan.

Hal itu berdasarkan perhitungan peredaran uang transaksi yang ditukarkan dengan koin kayu yang disiapkan pengelola, yakni sebanyak 120 juta rupiah per event. Pihaknya ke depan akan menambah daya tarik baru dengan menghadirkan pasar ternak dan hasil pertanian di areal setempat, tak sekadar tempat jual beli tetapi juga edukasi bagi anak-anak dan remaja.

Bagi masyarakat yang ingin mengunjungi tempat ini, lokasinya berada tak jauh dari ibu kota kabupaten, yakni hanya sekitar 20 menit perjalanan darat. Untuk bisa menikmati jajanan di sini, pengunjung harus menukarkan koin kayu dengan nilai bervariasi, dari mata uang dua ribu rupiah hingga 10 ribu rupiah. Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan rutinitas alamiah karena pengelola telah menyiapkan banyak toilet. Selain itu, turut dilengkapi berbagai fasilitas sarana penunjang, dari wahana bermain anak, taman untuk bersantai, hingga kolam pemancingan.

Reporter: Norman

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *