COVID-19 saat Kampanye Langsung, Kalsel Turun Kaltara Naik

Jakarta, DUTA TV — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat peningkatan pelanggaran protokol kesehatan terkait Covid-19 hingga dua kali lipat seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kampanye tatap muka.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan temuan itu kemudian berimplikasi pada penambahan jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 secara keseluruhan di 9 provinsi penyelenggara Pilkada 2020.

“Bawaslu juga memetakan peningkatan pasien terinfeksi Covid-19 dengan menyandingkannya dengan data jumlah kegiatan kampanye pertemuan terbatas,” kata Afifuddin melalui keterangan resmi, Sabtu (17/10).

Dalam temuan Bawaslu itu juga ditunjukkan bahwa pelanggaran protokol kesehatan pada 10 hari kedua kampanye, yakni pada 6-15 Oktober sebanyak 375 kasus. Jumlah tersebut bertambah jika dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye sebelumnya, yakni 237 kasus.

Setidaknya ada sembilan provinsi penyelenggara pemilu yang dipaparkan oleh Afifuddin dalam keterangan resminya itu. Misalnya pertama, untuk Provinsi Bengkulu, pada 10 hari pertama masa kampanye ditemukan 138 kasus positif dengan jumlah pertemuan terbatas sebanyak 208 kali.

Kemudian, saat memasuki 10 hari kedua masa kampanye, jumlah pertemuan terbatas mencapai 343 kali dan membuat kasus Covid-19 menjadi 79. Artinya, terjadi penurunan sebanyak 59 kasus positif.

Provinsi berikutnya, yakni Kalimantan Selatan yang disebutkan Bawaslu juga mengalami penurunan kasus positif Covid-19 sebanyak 22 orang. Setidaknya ada 534 kasus corona pada masa kampanye pertama dan menurun menjadi 512 kasus pada period masa kampanye berikutnya.

Dia menjelaskan, ada juga provinsi yang mengalami peningkatan kasus. Misalnya, Provinsi Kalimantan Utara yang mengalami kenaikan 12 kasus positif. Dimana, sebelumnya pada periode kampanye pertama ditemukan 47 kasus positif dan meningkat hingga 59 kasus pada masa kampanye berikutnya.

Di wilayah Kalimantan Utara ini, Bawaslu menemukan setidaknya ada 128 pertemuan terbatas pada periode pertama, dan meningkat jadi 291 kali pada periode berikutnya.(cnn)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *