Demi Akurasi Data Pemilih, Petugas Coklit Harus Terjang Banjir

DUTA TV TANAH BUMBU– Akses jalan ekstrim melintasi belantara perkebunan dan lembah harus dilewati petugas pencocokkan dan penelitian atau Coklit di Kabupaten Tanah Bumbu, dalam upaya menjemput hak pilih warga.
Dalam video tergambar selain melintasi jalur offroad dan lembah, beberapa petugas PPK dan PPS juga harus terpaksa melintasi sungai menggunakan rakit bamboo, lantaran akses jalan yang terputus, menuju Desa Batu, di kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu.
Beda lagi di kawasan Kecamatan Kusan Hilir, di kawasan ini sedikitnya ada lima desa terpencil yang harus tetap didatangai meski kondisinya sedang dilanda banjir.
Lima wilayah tersebut yakni Desa Salimuran, Pulau Tanjung, Satiung, Serdangan dan Karya Bhakti.
Kondisi ini harus direlakan petugas demi menjemput hak pilih warga masyarakat di banua dan memastikan hak suaranya termuat dalam daftar pemilih tetap yang akan dimutaakhirkan.
“Akses sulit transportasinya, jalan berlumpur desa Batu Kusan Hulu, di Kusan Hilir ada 5 desa banjir, bahkan apel pelaksanaan Coklit disuasana banjir, tak ada dataran kering sampai ini banjir dan mulai surut, warga masih bertahan disana dan petugas pakai kelotok, tak ada transportasi lintasi sungai dengan rakit tali Kondisi ini kami memberi semangat PPDP karena mereka ujung tombak melindungi hak pilih masyarakat,” kata Edy Ariansyah Komisioner KPU Kalsel

Dari informasi di Kabupaten Tanah Bumbu, saat ini masih didapati kawasan pelosok yang terisolir lantaran akses sangat sulit dijangkau dan pada tahapan pemutaakhiran data pemilih, KPU melalui petugas pemutakhiran data pemilih akan melaksanakan pembaharuan data dengan menyensus setiap warga pemilih yang disandingkan berdasar data kependudukan dari pemerintah dan data pemilih di pemilu lalu.
Tim liputan





