Warga Lok Baintan Sulap Ilung Jadi Kertas Kreasi

DUTA TV BANJAR – Selama ini keberadaan tanaman sungai eceng gondok belum banyak dilirik bahkan kerap dianggap menjadi hambatan, serta merusak eksotisme keindahan sungai.
Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku bagi warga di Desa Wisata Lok Baintan, pandangan akan eceng gondok atau warga banua menyebutkan ilung berubah, setelah mereka dilatih mengolahnya menjadi ragam kreasi hiasan kertas, bernilai ekonomis.
“Karena ilung mengganggu transportasi klotok, menjadi alternatif solusi mengurangi iling dan menjadi nilai jual,” kata Muzahid Akbar Hayat Ketua Tim PPDM UNISKA.
Prosesnya dimulai dari pencacahan bahan baku eceng gondok untuk kemudian diperhalus lagi dengan cara diblender.
Bahan kemudian dicampur air bersama larutan kertas dengan perbandingan yang sama, selanjutnya bahan yang telah dicampur disaring dan dikeringkan.
Setelah bahan dasar jadi, barulah masuk pada proses pembuatan ragam hiasan mulai hiasan dinding hingga kotak pensil, yang hasil akhir diberikan pewarnaan dengan cat air.
Pelatihan warga Desa Wisata Lok Baintan ini menjadi titik desa yang menjadi binaan, dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang diusulkan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari.
Dengan program pelatihan desa wisata warga binaan di Lok Baintan ini diharapkan dapat menjadi stimulus terciptanya wirausaha baru, dan hasil beragam prakarya ini dapat menjadi buah tangan para wisatawan yang berwisata bahari ke sungai Martapura.
Tim Liputan





