Super Print Kebanjiran Orderan Pembuatan APD Atau Baju Hazmat

DUTA TV BANJARMASIN -Bertambahnya pasien wabah Covid-19 yang dirujuk ke rumah sakit, membuat Alat Pelindung Diri (APD) bagi tim tenaga medis menjadi berkurang.

Hal ini membuat rumah percetakan Super Print yang berlokasi di jalan Rantauan Darat ini beralih fungsi menjadi rumah pembuatan APD atau baju Hazmat

Kali ini tim Duta TV mendatangi rumah percetakan Super Print di jalan Rantauan Darat, kira-kira bagaimana cara pembuatannya ya?

Untuk tahap awal, APD ini terlebih dulu di pola pada komputer yang telah tersedia, lalu bahan clooth banner waterprof yang didatangkan langsung dari negeri tirai bambu China ini dipotong dengan menggunakan mesin laser cut.

Proses pembuatan baju Hazmat

Selain rapi, tentunya pemotongan pola ini sesuai dengan ukuran yang telah dibuat perancangnya. Setelah dipotong, APD ini lantas dilakukan penjahitan.

Di rumah percetakan ini kini telah tersedia lebih dari sepuluh buah mesin jahit untuk menyelesaikan pembuatan APD ini.

Guna sterilisasi, APD ini lantas dijemur di bawah sinar matahari sambil disemprotkan dengan cairan disinfektan, terakhir barulah dipacking dan pres agar terlihat rapi, sebelum diantar kepada para pembeli.

Oh iya, untuk pembuatan alat pelindung diri ini sendiri perancang mengaku saat ini kebanjiran orderan. Tak hanya dari Kalimantan Selatan saja, namun adapula dari luar daerah seperti dari Bekasi hingga Malang.

“Sudah banyak pemesan, ada juga dari luar, saat ini terkendala bahan yang sudah mulai mahal,” tutur Owner Super Print Royadi Akhyar.

Seharinya rumah percetakan super print ini bisa memproduksi hingga seratus APD atau baju hazmat. dan baju alat pelindung diri ini dijual dengan harga Rp 150 ribu persatuannya.

Namun hingga saat ini pencetakan banner dan lainnya juga masih dilayanai oleh Super Print.

Tim Liputan

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *