Spot Baca Rp30 Juta Per Titik Dipertanyakan, Komisi IV Minta Anggaran Rp150 Juta Dicoret

Banjarmasin, Duta TV — Inilah salah satu spot baca yang ditempatkan di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin. Fasilitas yang diharapkan dapat meningkatkan minat baca masyarakat ini menjadi salah satu bahan evaluasi Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan dalam pembahasan Rancangan APBD 2027 bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel.

Pasalnya, untuk pengadaan 5 titik spot baca pada tahun mendatang, Dispersip mengusulkan anggaran sebesar 150 juta rupiah, di mana setiap satu titik spot baca dipatok sebesar 30 juta rupiah.

Komisi IV mempertanyakan besarnya anggaran ini jika fasilitas yang disediakan hanya berupa papan berpenyangga besi yang ditempeli barcode, tanpa dilengkapi ruang khusus maupun sarana pendukung yang memadai untuk menunjang aktivitas membaca.

Komisi IV menilai peningkatan literasi tidak cukup hanya dengan menghadirkan papan ber-barcode. Pihaknya meminta usulan anggaran pengadaan 5 spot baca tersebut dievaluasi dan dicoret apabila belum disertai perencanaan serta manfaat yang terukur.

“Iya, sebenarnya itu niat baik dari teman-teman di Dispersip, tapi ternyata sampai hari ini minatnya masih kurang. Jadi fokus kita bagaimana meningkatkan literasi minat baca itu lebih tinggi. Ada catatan dari teman-teman komisi, apabila ada penambahan harus ada ekspos peningkatannya dulu, dan alokasi angka itu dialihkan untuk program prioritas lain yang lebih bermanfaat,” tutur Jihan Hanifha, Ketua Komisi IV DPRD Kalsel.

“Sebenarnya evaluasi bukan ranah kita. Jadi silakan nanti ada rekomendasi secara tertulis dari Komisi IV dan kami bikin justifikasinya apa saja yang kami perlukan. Kami akan rapat di internal dan diajukan kembali,” ucap Sri Mawarni, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel.

Usulan anggaran pengadaan lima titik spot baca tersebut akan kembali dibahas dalam rapat lanjutan bersama Dispersip. Komisi IV berharap pembahasan berikutnya menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dengan alokasi anggaran yang benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan literasi masyarakat di Kalimantan Selatan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *