Petani dan Nelayan NasDem Kalsel Siap Perkuat Swasembada Pangan

Jakarta, Duta TV — Potensi sektor pertanian dan perikanan di Kalimantan Selatan menjadi modal penting dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Kalimantan Selatan Fraksi NasDem Haji Jahrian, setelah mengikuti Rapat Kerja Nasional Petani dan Nelayan NasDem selama dua hari, di Akademi Bela Negara Jakarta.
Rakernas ini menjadi momentum penguatan kapasitas kader, sekaligus membangun kolaborasi antar daerah. NasDem mendorong para petani dan nelayan untuk saling bertukar informasi mengenai potensi, hasil produksi, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.
Sebagai Ketua DPW Petani dan Nelayan NasDem, Haji Jahrian menyebut, Kalimantan Selatan memiliki potensi yang siap dikembangkan, termasuk lahan binaan dengan luas sekitar 50 hektar, yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Penguatan peran tersebut sejalan dengan perubahan nama organisasi menjadi Petani dan Nelayan NasDem.
“Saya mengikuti pelatihan yaitu Petani dan Nelayan NasDem se-Indonesia di Fraksi NasDem yaitu di Akademi Bela Negara selama dua hari ini kami banyak digodok dan ditempa bagaimana berkolaborasi terhadap pemerintahan di seluruh RI membantu bagaimana meningkatkan ketahanan pangan dan juga membantu program-program yang dijalankan oleh Presiden RI Bapak Prabowo Subianto kami NasDem selalu mendampingi dan mengawal bagaimana ketahanan pangan dan swasembada ini bisa terjadi sebab swasembada pangan dan ketahanan pangan itu sangat penting berfokus bagi bangsa dan negara fokus kami adalah yaitu adanya inisiatif dari NasDem mengadakan suatu organisasi yaitu organisasi ini yang sifatnya bukan sayap tapi sayap juga berbentuk organisasi yaitu organisasi ini adalah Petani dan Nelayan NasDem kami dididik selama di sini alhamdulillah mendapat bekal yang sangat banyak kami juga tetap berkolaborasi seluruh provinsi kabupaten kota se-Indonesia bagaimana kami berkolaborasi tentang produk hasil produksi yang kami jalankan apa yang kami dapat di masing-masing daerah kami masing-masing memberitahu informasi apa yang kekurangan dan kelebihan kami akan suplai,” ujar H. Jahrian.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawan Taslim menilai, Petani dan Nelayan NasDem memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan. Selain berpengalaman sebagai praktisi, para anggota dinilai memiliki kesungguhan untuk mengembangkan sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
“Petani dan Nelayan NasDem bisa memberi kontribusi yang lebih signifikan dalam rangka kita mencapai swasembada pangan. Pertama, karena sebagian besar dari mereka ini adalah orang-orang yang selama ini memang mendalami dunia pertanian dan perikanan. Yang kedua, mereka praktisi-praktisi yang berpengalaman. Yang ketiga dan yang paling penting, mereka punya hati terhadap pekerjaan ini. Kita lihat dari tanda dari kemarin, dari pembukaan, dan saya ikuti persiapan-persiapan acara ini, orang datang dengan sungguh-sungguh, datang dengan segala pengorbanannya. Tadi saya katakan misalnya dari Wamena itu tidak tidak tidak mudah. Bukan bukan cuman tidak mudah uangnya, tapi tidak mudah juga hubungan transportasi dengan asap dan segala macam. Itu hanya contoh. Dari Aceh juga sama saja, semua. Intinya, ini adalah kumpulan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk ambil bagian dalam menuju swasembada pangan sebagaimana yang dipesankan oleh Ketua Umum pada waktu pembukaan, sebagaimana yang diamanahkan berulang oleh Presiden Republik Indonesia,” ucap Hermawan Taslim.
Melalui Rakernas ini, NasDem ingin mendorong keterlibatan langsung para petani dan nelayan dalam pembangunan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Petani dan Nelayan NasDem Kalimantan Selatan ditarget mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah serta mengoptimalkan potensi daerah, sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.
Tim Liputan





