Kecewa Tak Ditemui Gubernur, Mahasiswa Ancam Kembali Gelar Aksi

Banjarmasin, Duta TV – Kekecewaan mahasiswa memuncak setelah empat kali turun ke jalan, namun belum mendapat kesempatan untuk bertemu langsung dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Haji Muhidin.
Kondisi ini membuat proses diskusi berlangsung alot, terutama di tengah desakan penanganan bencana Karhutla yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Meski demikian, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal poin-poin kesepakatan yang telah dicapai dalam aksi tersebut. Mereka juga mengancam akan kembali menggelar aksi jika tuntutan yang disampaikan tidak dipenuhi.
“Kami dari mahasiswa sangat kecewa, sudah empat kali kami turun ke jalan, tidak pernah ditemui gubernur. Ini yang membuat diskusi jadi alot, ada kekecewaan tersendiri,” ujar Rizky, Presiden Mahasiswa STIHSA.
“Kami akan mengawal poin-poin yang sudah disepakati, apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, kami pastikan dan yakini akan turun kembali ke jalan,”ucap Muhammad Ariffin, Koordinator Wilayah BEM Seluruh Indonesia Wilayah Kalsel.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmen untuk menangani bencana karhutla dan memastikan masyarakat terdampak mendapatkan pertolongan.
Pemerintah provinsi juga berharap pemerintah pusat dapat menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional. Terkait dukungan anggaran, disebutkan tersedia dana sebesar Rp 1,2 T untuk penanganan bencana di delapan provinsi terdampak.
“Kami ingin berkomitmen lagi agar pemerintah pusat menetapkan ini sebagai bencana nasional. Hari ini kita dapat Rp 1,2 T untuk delapan provinsi terdampak.” jelas Ariadi Noor, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalsel.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal realisasi kesepakatan dan tuntutan yang telah disampaikan. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret dalam penanganan karhutla, serta memberikan kepastian terkait status bencana nasional.
Reporter: Nina Megasari dan Zein Fahlevi





