Kemenpar Ikuti Keputusan MUI Tentang Konser Andrea Bocelli

Jakarta, DUTA TV – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI menyatakan komitmennya untuk menghormati dan mengikuti keputusan serta arahan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait polemik rencana konser penyanyi legendaris asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.
Sikap tersebut disampaikan Sekretaris Kementerian Pariwisata, Bayu Aji, seusai melakukan silaturahim dengan jajaran Dewan Pimpinan MUI di Kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/10).
Bayu mengatakan, hingga kini Kemenpar belum mengeluarkan pernyataan resmi karena masih mempelajari perkembangan persoalan tersebut.
Namun, ia menegaskan pemerintah akan mempertimbangkan dan mengikuti keputusan MUI terkait polemik konser itu.
“Belum ada pernyataan resmi dari pimpinan kami karena kami masih terus mempelajari situasi ini. Tapi kalau memang dari MUI sudah menyatakan ini, tentu kami akan tegak lurus mengikuti apa yang menjadi keputusan MUI,” kata Bayu kepada MUI Digital.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membahas polemik konser secara mendalam dan mencari titik temu dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk nilai-nilai keumatan dan sikap Indonesia terhadap Palestina.
Bayu menegaskan, pemerintah memiliki posisi yang jelas dalam mendukung Palestina.
Karena itu, masukan dari para pimpinan MUI akan dikomunikasikan lebih lanjut untuk mencari penyelesaian yang dapat mengakomodasi berbagai pertimbangan.
“Ya, kita mencoba mencari titik temu karena ini kan terkait dengan keumatan. Sikap pemerintah kan sudah jelas, mendukung Palestina. Ada arahan-arahan dari beliau-beliau di MUI yang akan coba kita komunikasikan lagi,” ujarnya.
Salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah kemungkinan menjalin komunikasi dengan manajemen Andrea Bocelli.
Kemenpar berharap pihak sang penyanyi dapat menyampaikan pernyataan resmi yang menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, sesuai dengan masukan yang disampaikan para pimpinan MUI.
Sikap Kemenpar tersebut muncul di tengah desakan MUI agar pemerintah membatalkan rencana konser Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, sebelumnya meminta pemerintah mengambil sikap tegas dan konsisten dengan prinsip Indonesia yang menentang penjajahan serta mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan sikap yang sejalan dalam menyikapi rencana konser tersebut.
Ia menilai pemerintah perlu menunjukkan sikap yang sejalan dalam menyikapi rencana konser tersebut.
“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” kata Sudarnoto kepada MUI Digital, Sabtu (10/10/2026).
Penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Andrea Bocelli yang, menurut keterangan MUI, pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) di Los Angeles pada 2010.
Bocelli juga pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.(cnbci)





