Setelah Pengejek Korban MBG Dipecat, Dapur SPPG Berhenti Operasi

Bantul, DUTA TV – Pemecatan terhadap seorang akuntan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Muntuk, Dlingo, Bantul, yang mengejek korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, berbuntut panjang.
SPPG tempat akuntan itu bekerja kini berhenti beroperasi.
“Iya benar, sampai hari ini (SPPG Muntuk) juga masih tidak beroperasi,” kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Bantul, Hermawan Setiaji, saat dihubungi, Selasa (22/9/2026).
Hermawan menerangkan, SPPG bisa beroperasi jika Kepala SPPG, bagian administrasi, dan akuntan atau bagian keuangan berada di SPPG. Adapun SPPG Muntuk saat ini mengalami kekosongan akuntan.
“SPPG bisa jalan jika ada kepala, administrasi dan akuntan. Nah, yang bersangkutan itu kan akuntan, dan kalau tidak ada akuntannya ya tidak bisa jalan,” ujar dia.
Hermawan menambahkan, SPPG di Muntuk, Dlingo, sedang mencari akuntan baru setelah akuntan sebelumnya dipecat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Mungkin cooling down dulu dan mencari akuntan, kalau sudah ada akuntan baru nanti baru beroperasi lagi melayani (MBG),” pungkasnya.
Diketahui, BGN Regional DIY telah memberhentikan karyawan SPPG di Muntuk, Bantul, yang mengejek korban keracunan MBG di Karo, Sumatera Utara. BGN DIY juga meminta jajaran SPPG agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
Sebelumnya oknum pegawai SPPG wilayah Muntuk, Dlingo, Bantul, mengunggah video saat menyantap makanan sambil melontarkan kalimat bernada candaan terkait kondisi korban (“ingatanku berkurang 70 persen“).
Candaan ini merujuk pada korban siswa di Karo yang sempat mengalami gangguan ingatan akibat keracunan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengecam keras tindakan tersebut dan mengunggah tanggapan tegas agar ruang publik tetap ramah anak serta bebas dari perundungan.(dtk)





