Tinjau Karhutla di Banjarbaru, Menhut RI Kecam Pembakaran Hutan dengan Sengaja

Banjarbaru, Duta TVMenteri Kehutanan (Menhut RI) Raja Juli Antoni melihat langsung petugas pemadam melakukan pembasahan agar api tak kembali muncul setelah dipadamkan di kawasan Guntung Damar, Banjarbaru.

Usai melihat kondisi karhutla, Raja Juli mengatakan lahan gambut yang terbakar di Banjarbaru tak mudah dipadamkan. Walaupun api di permukaan telah dipadamkan, bara api masih mungkin menyala di bawah gambut.

“Ini terlihat sudah padam, tapi dari dalam masih terlihat ada api. Dan ini memang gambut, jadi asapnya memang lebih banyak dan potensi untuk munculnya api masih tetap besar,” ujar Raja Juli.

Berdasarkan laporan perkembangan titik api di Kalimantan Selatan dari SIPONGI atau Sistem Pemantauan Karhutla milik Kementerian Kehutanan, jumlah titik api sempat menurun ke level terendah pada Sabtu malam. Namun, pada Minggu, titik api kembali melonjak mencapai 44 titik di Kalimantan Selatan.

“Kemarin itu sempat hanya 11 titik api di Kalsel setelah sebelumnya 157. Tapi saat saya mendarat tadi, saya dilihatkan data baru itu sudah menjadi 44 kembali,” lanjutnya.

Karena luasnya lahan di Kalsel yang sudah terdampak karhutla, Raja Juli mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

“Yang masih punya tradisi membuka lahan dengan dibakar, mohon dihentikan, jangan dilakukan lagi karena dampaknya luar biasa,” tegas Raja Juli.

Raja Juli menambahkan, pemadaman karhutla di seluruh provinsi yang terdampak memerlukan kerja sama semua pihak. Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla di Kalsel, pemerintah juga memastikan adanya penambahan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.

Reporter : Suhardadi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *