Warga Alalak Utara Lestarikan Kain Sasirangan Lewat Karya dan Gotong Royong

Banjarmasin, Duta TV — Suasana Kampung Jelujur Sasirangan di Kelurahan Alalak Utara, Kota Banjarmasin, terlihat berbeda.
Di tempat inilah, warga secara bersama-sama mengerjakan kain sasirangan, salah satu warisan budaya khas Kalimantan Selatan.
Proses pembuatannya tidak serta-merta langsung menghasilkan kain dengan warna dan motif yang menarik.
Tahap awal dimulai dengan mempola kain sasirangan. Pola atau sketsa dibuat sebagai panduan untuk menentukan bagian kain yang akan dijelujur dan diikat. Setelah pola selesai, proses berlanjut pada tahap menjelujur atau menjahit kain.
Bagian kain yang sudah ditentukan kemudian dijelujur dan diikat dengan teliti.
Tahap ini menjadi salah satu bagian penting dalam pembuatan sasirangan, karena jelujuran dan ikatan tersebut akan menentukan bentuk motif setelah kain diwarnai.
Usai dijelujur dan diikat, kain kemudian masuk ke tahap pewarnaan. Proses pewarnaan dilakukan dengan teknik celup dan pengecatan atau pencolletan.
Perpaduan warna inilah yang kemudian membentuk motif dan karakter khas kain sasirangan. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk terus mempertahankan keterampilan membuat sasirangan secara tradisional.
Terlebih, Kampung Jelujur Sasirangan di Kelurahan Alalak Utara memang dikenal sebagai salah satu kawasan yang banyak warganya beraktivitas sebagai penjelujur kain sasirangan.
Rangkaian pembuatan kain sasirangan ini menjadi bagian dari kegiatan yang puncaknya digelar pada 23 Agustus 2026.
Salah satu kegiatannya adalah jalan santai bersama masyarakat, sambil membawa hasil jelujur kain sasirangan.
Total kain yang dibawa mencapai sepanjang 500 meter, terdiri dari 250 potong kain, dengan panjang masing-masing kain dua meter.
Jika biasanya kain sasirangan dilihat dalam bentuk produk jadi, kali ini masyarakat diajak melihat dan merasakan langsung proses di balik pembuatannya.
Mulai dari sehelai kain putih, pola, jelujuran, ikatan, hingga nantinya menjadi kain dengan warna dan motif yang khas.
Tak hanya menampilkan kegiatan budaya, puncak acara juga diisi dengan saprah amal.
Hasil dari kegiatan tersebut akan disumbangkan untuk membantu pembangunan Masjid Al-Ihsan Al-Banjary.
Kegiatan ini menjadi wujud gotong royong warga, di mana pelestarian budaya berjalan bersama dengan kegiatan sosial dan keagamaan.
Masyarakat yang hadir juga akan mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, sekaligus menjadikan rangkaian acara tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan masyarakat.
Di sisi lain, digitalisasi pelayanan sosial juga menjadi bagian dari kegiatan. Masyarakat dapat melakukan pendaftaran melalui Portal Perlindungan Sosial sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi data dan layanan bantuan sosial.
Langkah ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan sosial sekaligus mendorong pemutakhiran data penerima manfaat.
Dari sehelai kain, warga Alalak Utara menjahit kebersamaan. Dari setiap jelujuran, tersimpan keterampilan yang diwariskan turun-temurun.
Dari setiap warna yang ditorehkan, tumbuh harapan agar kain sasirangan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Melalui jalan santai membawa sasirangan sepanjang 500 meter, saprah amal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan digitalisasi bansos, warga Alalak Utara ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat.
Dari Alalak Utara, Kota Banjarmasin, kain sasirangan tak hanya dijaga sebagai warisan budaya, tetapi juga dihidupkan melalui gotong royong warganya.
Reporter: Mawardi





