Lima Guru Besar Dikukuhkan, UIN Antasari Perkuat Tradisi Akademik dan Keilmuan

Banjarmasin, Duta TV — UIN Antasari Banjarmasin kembali menambah jajaran guru besar melalui pengukuhan lima akademisi dari berbagai bidang keilmuan.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Auditorium Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Selasa siang.
Lima guru besar yang dikukuhkan yakni Profesor Dr. Muhammad Zainal Abidin, M.Ag., dalam bidang Ilmu Filsafat Islam.
Kemudian Profesor Dr. Muhammad Rusydi, dalam bidang Ilmu Mistisisme Islam.
Selanjutnya Profesor Dr. Hj. Gusti Muzainah, dalam bidang Ilmu Hukum Adat.
Profesor Dr. H. Hidayat Ma’ruf, dalam bidang Ilmu Bimbingan dan Konseling Pribadi Sosial, serta Profesor Dr. Amelia Rahmaniah, dalam bidang Ilmu Hukum Ekonomi Syariah.
Pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan tradisi akademik dan keilmuan di lingkungan UIN Antasari Banjarmasin.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, para guru besar juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Teknologi dinilai dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan akademik, namun tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan menggantikan peran utama manusia dalam proses pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Tantangan yang paling besar selalu ada, jadi tidak ada hidup itu mudah. Itu membuat saya mau melakukan segalanya melalui tridharma perguruan tinggi, mengajar, meneliti, dan mengabdi,” ujar Prof. Dr. Hj. Gusti Muzainah, S.H., M.H., Guru Besar Hukum Adat.
Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Hj. Nida Mufida, M.Pd., menegaskan, pengukuhan guru besar bukan sekadar seremoni akademik. Menurutnya, jabatan guru besar merupakan amanah besar yang diikuti tanggung jawab keilmuan, moral, dan sosial.
“Tentu hari ini bukan sekadar seremoni akademik. Ini penting sebagai perjalanan intelektual UIN Antasari Banjarmasin. Kita sudah melihat lima guru besar yang dikukuhkan. Ini bukan hanya penyematan gelar akademik, tetapi yang harus kita ingat, jabatan guru besar adalah amanah yang sangat besar, amanah keilmuan, tanggung jawab moral, dan sosial,” tegasnya.
Pengukuhan turut dihadiri pimpinan Senat UIN Antasari, jajaran pimpinan universitas, serta mantan rektor UIN Antasari Banjarmasin. Dengan bertambahnya lima guru besar tersebut, UIN Antasari diharapkan semakin memperkuat kontribusi akademik melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengukuhan lima guru besar ini sekaligus menjadi momentum untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus memperkuat peran UIN Antasari dalam menjawab tantangan perubahan zaman.
Reporter: Nina Megasari





