Layanan dan Parkir Terbatas, PAD dari Badan Penghubung Kalsel Belum Optimal

Jakarta, Duta TV — Komisi II DPRD Kalsel bersama Bapenda, melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan Badan Penghubung Kalsel di Jakarta. Dalam monitoring ini, DPRD Kalsel mendorong fasilitas Badan Penghubung semakin banyak dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan, termasuk penggunaan aula dan penginapan.
Namun, peningkatan pemanfaatan fasilitas masih terkendala kualitas layanan. Saat ini, Badan Penghubung belum menyediakan layanan sarapan bagi tamu yang menginap.
Persoalan lain juga muncul akibat keterbatasan lahan. Area parkir saat ini masih sangat terbatas, sementara sebagian digunakan untuk kendaraan dinas.
Kondisi ini menjadi tantangan jika ke depan jumlah pengguna meningkat, atau pengelola ingin menambah kapasitas kamar. Kendati menghadapi keterbatasan, dewan menilai fasilitas penginapan yang tersedia masih cukup memadai.
“Hari ini kita melaksanakan pendalaman pendapatan di Badan Penghubung kita. Alhamdulillah tadi sudah terbuka bahwa pendapatan di Badan Penghubung ini bisa kita tingkatkan. Untuk meningkatkan pendapatan tadi, kita ada koordinasi dengan pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi. Setiap ada kegiatan, itu dilakukan di Badan Penghubung. Nah, untuk itu secara tidak langsung pendapatannya meningkat,” jelas Kartoyo wakil ketua DPRD Kalsel.
DPRD Kalsel sendiri membuka peluang dukungan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana, selama belanja tersebut mampu mendorong peningkatan penerimaan daerah.
Monitoring pengelolaan Badan Penghubung Kalsel ini bagian dari upaya dewan dan pemerintah daerah memastikan aset milik daerah tidak hanya terawat, tetapi juga produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Tim Liputan





