Angka Kekerasan Anak Masih Tinggi, DPPPA Catat 108 Kasus Sepanjang 2026

Banjarmasin, Duta TV — ASN di Pemko Banjarmasin menggelar peringatan Apel Hari Anak Nasional 2026 di halaman Balai Kota Banjarmasin. Dari data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Banjarmasin, mereka sudah menangani sekitar 108 kasus kekerasan terhadap anak.
Bentuk kekerasan yang sering dialami yakni kekerasan seksual dan fisik. Ironisnya, 75 persen dari kasus yang tercatat korbannya adalah perempuan, baik dewasa maupun anak-anak. Tingginya kasus kekerasan tersebut karena kepercayaan dan keberanian korban untuk melaporkan.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, M. Ramadhan, pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Ia menilai keberhasilan perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
M. Ramadhan, Kepala DPPPA Banjarmasin, mengatakan, “Bentuk kekerasannya beragam, ada kekerasan seksual dan fisik. Kasus ini tinggi karena kepercayaan dan keberanian korban untuk melaporkan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat menjadi pelopor sekaligus pelapor apabila melihat adanya kekerasan terhadap anak. Program BESTI tetap kami laksanakan secara bertahap di seluruh SMP dan SMA.”
Adanya program BESTI atau Bersama Edukasi Siswa tentang Bullying diharapkan bisa menjadi upaya Pemko untuk pencegahan, dan hal itu juga terus diperluas dapat menekan angka kekerasan terhadap anak di Kota Banjarmasin.
Reporter: Zein Pahlevi





