Masih Suka Makan Tengah Malam ? Dokter Ingatkan Bisa Ganggu Fungsi Ginjal

Jakarta, DUTA TV – Ginjal tak hanya berperan sebagai penyaring alami tubuh. Organ berbentuk kacang ini menghilangkan produk limbah, menyeimbangkan mineral, mengatur tekanan darah, dan membantu menjaga beberapa proses metabolisme.

Kesehatan ginjal tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak air yang diminum. Ada faktor lain yang juga berpengaruh, yaitu kapan makanan dikonsumsi.

Makan larut malam mungkin menjadi hal yang biasa. Namun, kebiasaan ini bisa mengganggu fungsi ginjal.

Tubuh mengikuti jam internal atau ritme sirkadian. Jam ini mengatur tidur, hormon, metabolisme, bahkan seberapa efisien sebuah organ berfungsi.

“Mengonsumsi porsi makanan yang besar terlalu dekat dengan waktu tidur bisa mengganggu jam internal tubuh atau ritme sirkadian yang mengatur metabolisme, hormon, dan fungsi organ,” kata Dr Himesh Gandhi, konsultan Uro-Onkologi dan Direktur Bedah Robotik, dikutip dari laman Times of India.

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan terlalu larut dikaitkan dengan kontrol gula darah yang lebih buruk, resistensi insulin, penambahan berat badan, dan tekanan darah tinggi. Kondisi ini termasuk faktor risiko terbesar untuk penyakit ginjal kronis.

Ginjal mengandung jutaan pembuluh darah kecil.

Gula darah tinggi dan tekanan darah tinggi secara perlahan merusak filter ini.

Prosesnya sering kali tidak menimbulkan gejala. Ketika gejalanya muncul, kerusakan yang signifikan mungkin sudah terjadi.

Jadi, makan berat pada pukul 22.30 atau 23.00 bisa memengaruhi lebih dari sekadar pencernaan.

Hal ini juga bisa berkontribusi pada perubahan metabolisme jangka panjang yang secara bertahap memberi tekanan ekstra pada ginjal.

Makan besar tepat sebelum tidur membuat sistem tubuh harus bekerja lebih keras.

“Makan besar di malam hari bisa menyebabkan gula darah tinggi dan trigliserida darah tinggi yang berlangsung lebih lama. Seiring waktu, ini bisa menyebabkan obesitas, diabetes tipe 2, dan hipertensi, yang selanjutnya memberi tekanan pada ginjal,” kata Dr Gandhi.

Kesehatan metabolisme yang buruk dan penyakit ginjal sangat berkaitan.

Pengidap diabetes dan tekanan darah tinggi menyumbang sebagian besar kasus penyakit ginjal kronis di dunia.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *