Santri TPQ Ar Raudhah Pasangkan Mahkota untuk Orang Tua Saat Khatmul Quran

Banjarmasin, Duta TV — Suasana haru terasa saat prosesi pemasangan mahkota kepada para ibu peserta mewarnai pelaksanaan Khatmul Quran dan Imtihan Metode Ummi Angkatan Ketiga TPQ Ar Raudhah Banjarmasin.
Dengan penuh rasa hormat, para santri maju satu per satu untuk memasangkan mahkota kepada orang tua mereka. Beberapa ibu tampak tak kuasa menahan air mata saat menerima penghormatan ini.
Prosesi ini menjadi simbol penghargaan atas perjuangan dan doa orang tua yang selama ini mendampingi anak-anak mereka belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Quran.
Kegiatan yang digelar Yayasan Norhatimah Tiga Bersaudara ini merupakan agenda tahunan yang menjadi penanda keberhasilan santri dalam menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Quran menggunakan Metode Ummi. Tahun ini menjadi pelaksanaan angkatan ketiga sejak program tersebut berjalan.
Sebanyak 19 santri dinyatakan lulus dan mengikuti prosesi Khatmul Quran serta Imtihan setelah memenuhi standar kemampuan membaca Al-Quran sesuai kaidah tajwid dan target hafalan yang telah ditetapkan lembaga.
Para peserta berasal dari berbagai kelas pembelajaran Al-Quran di TPQ Ar Raudhah. Mereka yang dinyatakan siap mengikuti wisuda merupakan santri yang telah mencapai kemampuan membaca Al-Quran secara lancar dan benar.
Pembina Yayasan Norhatimah Raya Tiga Bersaudara mengatakan rata-rata santri membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk dapat menyelesaikan tahapan pembelajaran hingga dinyatakan layak mengikuti Khatmul Quran.
Norhatimah, Pembina Yayasan Norhatimah Raya Tiga Bersaudara, mengatakan, “Hari ini angkatan ketiga. Setiap tahunnya sekitar 20 orang, tahun ini 19 orang. Ini kelas-kelas Al-Quran yang sudah lulus diambil dan ditamatkan. Dalam kelas-kelas itu, siapa yang sudah lancar terlebih dahulu yang mengikuti. Dua tahun sampai tajwid dan semuanya bisa seperti tadi. Al-Quran, tadarus, hafalan juz 29 sampai 30. Tahun ini, Masya Allah, meningkat lagi, pintar-pintar murid-muridnya. Dibandingkan yang awal karena saat permulaan guru-gurunya belum mengerti. Setiap tahun bertambah pengalaman. Tahun ini saya merasa sangat bahagia. Kami ingin menambah lagi karena fasilitas terus kami upayakan untuk ditingkatkan, seperti kelas-kelas, kebersihan, dan lainnya.”
Sementara itu, pelaksanaan Imtihan atau ujian terbuka menjadi salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini.
Imtihan dipandu oleh Ustadz Pahrudi yang menguji kemampuan peserta secara langsung di hadapan para wali santri dan undangan.
Setiap peserta mendapatkan pertanyaan dan pengujian sesuai kemampuan yang telah mereka pelajari selama mengikuti pendidikan di TPQ Ar Raudhah.
Sebanyak 14 santri mengikuti kategori tartil, diuji kelancaran membaca Al-Quran serta penerapan hukum tajwid dalam setiap bacaan. Sementara itu, lima santri lainnya mengikuti kategori tahfidz setelah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30.
Peserta tahfidz diuji secara langsung untuk memastikan kualitas hafalan yang dimiliki.
Mereka diminta melanjutkan bacaan pada ayat tertentu, menyebutkan sambungan ayat, hingga menunjukkan penguasaan tajwid dalam hafalan yang dibacakan.
Tidak hanya fokus pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Quran, TPQ Ar Raudhah juga memberikan pembelajaran praktik ibadah kepada para santri.
Materi yang diajarkan meliputi praktik wudhu, tata cara salat yang benar, adab sehari-hari, hingga pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan.
Melalui pembelajaran tersebut, para santri diharapkan tidak hanya mampu membaca Al-Quran dengan baik, tetapi juga mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.
Sebagai bentuk apresiasi, yayasan menyerahkan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi yang menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti pendidikan.
Seiring meningkatnya minat masyarakat untuk belajar Al-Quran, TPQ Ar Raudhah yang berada di kawasan Pangeran Hidayatullah ini terus berupaya mengembangkan layanan pendidikan yang dimiliki.
Selain meningkatkan fasilitas dan kualitas pembelajaran, lembaga ini berencana membuka kelas malam pada tahun ajaran baru mendatang.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk mengikuti pembelajaran Al-Quran di luar jam sekolah formal.
Tak hanya itu, TPQ Ar Raudhah juga membuka program tahsin Al-Quran khusus bagi kaum ibu pada sesi pagi.
Program ini menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam menghadirkan pendidikan Al-Quran yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





