Reses Jalur Air, H Jahrian Soroti Infrastruktur dan Sulitnya BBM untuk Nelayan

Barito Kuala, Duta TV — Perjalanan menuju Desa Tanggul Rejo, Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala, bukanlah perkara mudah.
Akses darat yang sulit dilalui kendaraan roda empat membuat anggota DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi NasDem, H Jahrian bersama rombongan, harus menempuh jalur sungai menggunakan speedboat dan kelotok.
Dalam resesnya, warga menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, persoalan pertanian dan perkebunan.
Sekretaris Komisi II ini menilai, kondisi geografis wilayah yang kerap terdampak banjir rob membuat pola pertanian padi kurang maksimal. Karena itu, dirinya mendorong pengembangan perkebunan kelapa sebagai solusi peningkatan ekonomi masyarakat.
“Karena saya melihat posisi kondisi di daerah ini tak bisa penanaman padi dalam satu tahun dua kali. Kenapa? Karena banjir rob selalu ada. Oleh karena itu, di sini sangat cocok sekali perkebunan kelapa. Saya sudah mengusulkan kepada pemerintah, alhamdulillah Kabupaten Batola ini mendapat 500 hektare untuk penanaman kelapa. Oleh karena itu, setiap desa kalau bisa dibagi minimal 25 hektare untuk dapat ditanam kelapa, karena bisa difungsikan jadi jagung, labu, dan sayuran lain. Itu akan meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujar H. Jahrian
Kepala Desa Tanggul Rejo, Amberi, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas kedatangan H.Jahrian yang bersedia menampung keluh kesah masyarakat.
“Terima kasih kami ucapkan kepada kedatangan Pak Haji Jahrian selaku anggota DPRD Provinsi yang mana beliau mau datang ke desa kami menampung keluh kesah masyarakat. Mudah-mudahan apa yang dikeluhkan masyarakat bisa terlaksana dengan baik sesuai keinginan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam resesnya, Haji Jahrian juga menerima aspirasi dari para nelayan terkait sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak atau BBM. Masyarakat berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti pemerintah, terutama terkait akses infrastruktur dan kebutuhan dasar masyarakat pesisir.
Reporter: Tim Liputan





