Foto Buron Narkoba Lukmanul Hakim Sebelum dan Diduga Setelah Oplas

Jakarta, DUTA TV – Polisi memburu bandar narkoba jaringan Internasional, Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji.

Pelaku mengendalikan peredaran sabu dari Malaysia terdeteksi melakukan berbagai cara ekstrem untuk meloloskan diri dari kejaran aparat.

Buronan kelas kakap tersebut telah mengubah bentuk fisiknya secara drastis. Langkah ini diduga sengaja dilakukan pelaku agar identitas aslinya tidak lagi dikenali oleh petugas di lapangan.

“Terakhir kali bertemu dengan Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji pada tahun 2024, yang bersangkutan diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik,” kata Eko dalam keterangannya, Rabu (20/5).

Tidak hanya mengubah bentuk wajah, warga Aceh ini juga memindahkan basis operasinya ke luar negeri. Berdasarkan hasil penyelidikan, dia mengendalikan bisnis haramnya dari luar Indonesia.

“Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji diketahui berdomisili di Malaysia dan diduga telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis,” ujarnya.

Pelaku memiliki peran yang sangat sentral dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional Malaysia–Indonesia. Ia menjadi aktor utama di balik peredaran barang haram yang melibatkan sejumlah kaki tangan di tanah air.

“Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji diduga berperan sebagai pengendali peredaran narkotika pada jaringan Andre Fernando alias The Doctor,” ungkapnya.

Bisnis gelap yang dijalankan oleh Pak Haji ini juga menghasilkan perputaran uang yang sangat fantastis. Berdasarkan hasil analisa transaksi perbankan pada empat rekening tampungan yang digunakan sindikatnya sejak akhir 2018 hingga Maret 2026, nilai transaksinya menembus angka ratusan miliar rupiah.

“Total volume transaksi dari keempat rekening tampungan Hendra Lukmanul Hakim selama periode 28 Desember 2018 sampai dengan 31 Maret 2026 mencapai 14.961 transaksi dengan nilai Rp464.144.761.398,46,” jelasnya.

Untuk mempercepat proses penangkapan, Bareskrim Polri membuat sketsa perkiraan wajah terbaru pelaku setelah operasi plastik. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi kunci pada hari Senin, 18 Mei 2026, pukul 16.00 WIB lalu.(lip6)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *