7 Bulan Gang Posko BPK Tergenang

Banjarmasin, Duta TV — Kondisi Gang Posko BPK di Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, menunjukkan genangan air yang telah bertahan selama tujuh bulan terakhir.
Terlihat genangan air di gang tersebut yang sudah bertahan selama tujuh bulan terakhir. Bahkan jalan di gang ini juga terlihat berlumut karena sudah lama tergenang.
Genangan ini tentunya sangat mengganggu aktivitas warga sehari-hari, bahkan juga berdampak pada kesehatan warga. Jalan yang berlumut ini membuat jalan tersebut jadi lebih licin dan juga berbau tidak sedap. Selain itu, warga juga mengeluhkan gatal-gatal karena beraktivitas di jalan yang tergenang tersebut.
Warga juga tak tinggal diam, beberapa kali mereka sudah menghubungi instansi terkait. Sempat didatangi oleh Dinas PUPR Banjarmasin, namun belum ada tindakan yang dilakukan. Selain itu, Damkar dan juga Perumda PALD juga sempat menyedot genangan tersebut dan air kembali ke permukiman tersebut.
“Airnya hijau, licin, bau sekali dan banyak yang jatuh tergelincir. Anak-anak sampai orang dewasa terkena penyakit kulit, kutu air, gatal-gatal. Kemarin sempat disedot, tapi tidak lama airnya balik lagi. Bahkan waktu PALD datang, alatnya sempat rusak dan jadi seperti percum,” keluh Hafifah.
Sementara, Kabid Drainase Dinas PUPR Banjarmasin, Harwita Oktania, mengakui belum bisa berbuat banyak karena saluran di gang tersebut tertutup oleh bangunan ruko. Ia juga mempunyai opsi lain, namun pihaknya harus berizin ke pihak Pemprov karena status jalan milik provinsi.
“Bulan Februari kita melakukan survei ke sana, memang ada beberapa masalah di sana, terutama dibangun ruko. Paling kami bisa melakukan pembersihan. Ada saluran drainase tapi kami harus izin dulu dengan provinsi. Sudah disedot lalu kembali lagi, apalagi seminggu ini pasang tinggi,” ungkapnya.
Warga Gang Posko BPK sepertinya harus menunggu dan bersabar lebih lama agar jalan mereka tidak tergenang lagi. Untuk upaya sementara, pihak Pemko hanya bisa melakukan pemeliharaan dan juga penyedotan pada kawasan yang tergenang tersebut.
Reporter: Zein Pahlevi





