Ada ‘Sekte’ Baru Makan Tempe Mentah untuk Jaga Nutrisi. Benarkah ?

Jakarta, DUTA TV — Tempe merupakan bahan pangan yang unik. Rasanya enak, harganya bersahabat, tapi nilai gizinya sering bikin orang baru sadar kalau makanan ini sebenarnya “padat manfaat”.
Belakangan di media sosial muncul anggapan tempe lebih sehat dimakan mentah agar proteinnya tidak rusak karena proses memasak.
Padahal, tempe biasanya dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
Dari sini pertanyaannya mulai muncul, sebenarnya lebih sehat konsumsi tempe yang sudah dimasak atau tempe yang masih mentah?
Banyak yang mengira protein akan rusak saat dimasak.
Saat tempe dipanaskan, struktur proteinnya memang berubah karena terkena panas.
Perubahan ini bukan berarti proteinnya hilang atau tidak bisa dimanfaatkan tubuh.
Struktur protein yang berubah justru membuat enzim pencernaan lebih mudah memecahnya saat tempe masuk ke dalam tubuh.
Penelitian dari jurnal Food Chemistry tahun 2022 menunjukkan bahwa pemanasan pada produk kedelai, termasuk tempe, tidak menurunkan kandungan protein secara signifikan dan membantu meningkatkan ketersediaannya untuk diserap tubuh.
Memasak tempe membuat proses pencernaan protein jadi lebih efisien.
Tubuh lebih mudah memecah protein menjadi bagian yang lebih kecil yaitu asam amino yang kemudian digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari menjaga massa otot sampai memperbaiki jaringan.
Dalam konsumsi sehari-hari, ini terasa sederhana.
Tempe matang tetap mengenyangkan dan enak, tetap jadi sumber protein, dan tetap bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi harian.
Jadi tidak perlu khawatir, nutrisi tempe dan manfaat proteinnya tidak rusak kok meski dimasak.(dtk)





