Kenaikan Harga Plastik Rugikan Pedagang Kecil

Banjarmasin, Duta TV — Kenaikan harga plastik menjadi persoalan baru bagi pedagang sayur di pasar tradisional. Plastik yang selama ini digunakan sebagai pembungkus utama kini harganya melonjak, sehingga menambah biaya operasional harian. Di sisi lain, kondisi pasar yang cenderung sepi membuat pedagang tidak leluasa menaikkan harga dagangan.

Alhasil, mereka harus menanggung selisih biaya tersebut sendiri. Bagi pedagang, plastik bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama dalam transaksi. Tanpa plastik, pelayanan kepada pembeli dinilai tidak maksimal. Namun, kenaikan harga plastik membuat keuntungan yang diperoleh semakin menipis.

Bahkan, dalam kondisi tertentu, pedagang harus merelakan margin keuntungan demi mempertahankan pelanggan. Kondisi ini diperparah dengan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Transaksi dalam jumlah kecil masih mendominasi, sementara biaya operasional terus meningkat.

“Saya merasa rugi, pendapatan juga berkurang. Pasaran lagi sepi, orang beli sayur cuma seribu dua ribu, tapi tetap pakai plastik. Pendapatan kami segitu-segitu saja, tapi pengeluaran jadi lebih besar karena harga plastik naik. Namanya jualan di pasar, tidak mungkin tidak menyediakan plastik,” ungkap Qotimah, Seorang pedagang sayur.

Para pedagang berharap ada solusi, baik berupa stabilisasi harga plastik maupun alternatif kemasan yang lebih terjangkau, agar usaha mereka tetap bisa bertahan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *