Buruh Sawit Kotabaru Terlantar Di Papua

Kotabaru, Duta TV — Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotabaru Senin tadi didatangi sejumlah buruh. Mereka tergabung dalam serikat pekerja perkebunan kelapa sawit yang ingin berdialog terkait dugaan PHK sepihak yang dialami rekannya.

Permasalahan bermula dari penugasan empat orang buruh dari Kabupaten Kotabaru ke Papua pada akhir Februari lalu.

Di tengah masa penugasan yang hanya dua bulan, tiba-tiba perusahaan memecat mereka dengan alasan pelanggaran disiplin. Namun alasan itu dinilai tidak valid sehingga serikat pekerja yang menaungi keempat buruh tersebut berusaha melakukan mediasi dengan perusahaan.

Serikat pekerja kemudian meminta Disnakertrans memfasilitasi perundingan tripartit lantaran mediasi tak mencapai kesepakatan. “Kami sudah menyampaikan mekanisme sama pihak manajemen secara bipartit, kami tuturkan bukti-bukti bahwa tidak ada anggota kami terlibat perkelahian dan kami meminta empat orang itu dipulangkan ke Kalsel, mau ada sanksi segala macam kita lakukan di sini, yang penting pulangkan dulu anggota kami dengan selamat, nah ternyata perusahaan tidak mau,” ujar Hasan, Ketua FSP BUN-Rajawali EHP.

Sementara itu, dari hasil dialog, Disnakertrans Kabupaten Kotabaru berjanji mengupayakan perundingan tripartit terlaksana dalam pekan ini. “Mereka minta sesegeranya diadakan forum tripartit tersebut, apabila tidak dilaksanakan sampai akhir minggu ini mereka akan RDP ke dewan, mudah-mudahan dalam sehari dua ini ada keputusan dari kepala dinas akan dilaksanakan tripartit paling lambat hari Jumat,” ucap M. Safi’i, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Kotabaru.

Hingga kini keempat buruh yang di-PHK dilaporkan terlantar di Jayapura karena tak dipulangkan oleh perusahaan ke daerah asal.

Saat dikonfirmasi, manajemen perusahaan menyatakan belum dapat memberikan komentar lebih lanjut. Namun demikian, perusahaan memastikan terus berupaya menjalankan operasional secara baik dan bertanggung jawab.

Reporter: Nazat Fitriah

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *