Setelah Komodo, Orang Utan Kalimantan Akan Dikembangbiakkan di Kebun Binatang Jepang

Jakarta, DUTA TV — Kerja sama pengembangbiakkan satwa liar langka antara Indonesia dan Jepang ternyata tak terbatas pada komodo.
Sebuah kebun binatang di Jepang barat berencana memasangkan seekor orang utan jantan koleksinya dengan seekor orang utan betina dari kebun binatang di Indonesia untuk mengembangbiakkan satwa yang kini terancam punah itu.
Hayato, seekor orang utan Kalimantan jantan berusia 15 tahun di Kebun Binatang Tobe, Prefektur Ehime, telah mencapai usia reproduksi.
Namun, kebun binatang tersebut kesulitan menemukan pasangannya karena spesies ini terbatas di Jepang dan terdaftar sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam.
Mengutip Kyodo, Minggu, 5 April 2026, titik balik terjadi pada 2018, ketika Taman Safari Indonesia mengusulkan peluncuran proyek konservasi orang utan bersama dengan kebun binatang yang dikelola prefektur tersebut.
TSI sebelumnya berhasil mengembangbiakkan orangutan Sumatera.
Prefektur Ehime dan Indonesia menandatangani perjanjian konservasi satwa liar pada 2024, diikuti oleh perjanjian pinjaman pengembangbiakan antara kedua kebun binatang tersebut pada April 2025.
Kebun binatang Tobe menyambut seekor orangutan Kalimantan betina bernama Jennifer pada Desember 2025, sehingga jumlah orangutan di kebun binatang tersebut menjadi tiga, termasuk seekor orang utan Sumatera.
Orangutan betina berusia 15 tahun ini telah dipamerkan kepada publik sejak Maret dan sudah menarik banyak pengunjung.
“Dia cerdas, lembut, dan suka makan, terutama jeruk dari Prefektur Ehime,” kata penjaganya, Eriko Inoue.
“Kami berharap perjodohan ini berhasil,” katanya.
Ia berharap pengunjung akan belajar tentang situasi yang dihadapi orang utan liar melalui Jennifer.
Sebelumnya, Indonesia dan Jepang resmi memperkuat kerja sama konservasi satwa liar melalui program breeding loan komodo (Varanus komodoensis), yang dikenal sebagai diplomasi komodo.
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Pemerintah Prefektur Shizuoka di Jepang.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Gubernur Shizuoka Yasutomo Suzuki menandatangani langsung perjanjian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi konservasi kedua negara.
Melalui kerja sama ini, Indonesia menempatkan komodo sebagai bagian dari strategi diplomasi lingkungan.(lip6)





