Tak Terhambat Efisiensi, Realisasi Anggaran Kalsel Tembus 45 Persen

Banjarmasin, Duta TV — Di tengah kebijakan efisiensi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah atau BPKAD tetap mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II, BPKAD menyebut hingga akhir Februari 2026, realisasi anggaran telah mencapai sekitar 45,30 persen.
Dari total alokasi sebesar 1,6 triliun rupiah, sebanyak 760 miliar rupiah telah disalurkan. Realisasi ini sebagian besar digunakan untuk penyaluran dana bagi hasil pajak kepada 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel menilai kinerja pengelolaan anggaran sudah berjalan baik. Ia berharap realisasi ini betul-betul berdampak langsung pada pembangunan serta pelayanan kepada masyarakat.
Fatkhan, Kepala BPKAD Kalsel, menyampaikan capaian realisasi anggaran hingga akhir Februari 2026.
“Kami mendapatkan alokasi dana sebesar 1,6 T yang sampai 28 Feb 2026 sudah terealisasi sebesar 760 miliar atau sekitar 45,30 persen, dan capaian realisasi yang tinggi ini adalah bagaimana BPKAD melaksanakan peran sebagai pejabat pengelola keuangan daerah,” ujarnya.
Muhammad Yani Helmi, Ketua Komisi II DPRD Kalsel, menilai kinerja pengelolaan keuangan daerah tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran.
“Dari hasil yang tadi kami sampaikan, memang posisinya seberapa pun efisiensi yang hari ini diberlakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah, mitra kerja kami berupaya untuk terus menjalankan amanah daripada keuangan daerah ini,” ujarnya.
Dengan capaian ini, pemerintah daerah berharap stabilitas keuangan tetap terjaga. Komisi II juga ingin memastikan distribusi anggaran ke daerah berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





