Jadi Menu MBG Kering Saat Ramadhan, Harga Berbagai Jenis Telur ‘Meroket’

Banjarmasin, Duta TV Kenaikan harga telur terjadi di sejumlah pasar tradisional selama bulan Ramadhan. Di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, para pedagang mengaku permintaan telur meningkat tajam, namun tidak diimbangi dengan ketersediaan stok yang memadai.

Seorang pedagang telur di Pasar Sentra Antasari, Hanafi, mengatakan penjualan telur justru mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.

Meski demikian, lonjakan permintaan tersebut turut diikuti kenaikan harga berbagai jenis telur.

Menurut Hanafi, harga telur ayam ras yang sebelumnya masih berada di kisaran 29 ribu rupiah per kilogram kini naik menjadi sekitar 32 ribu rupiah per kilogram. Selain itu, stok telur yang tersedia di pasaran juga tidak sebanyak biasanya.

Tidak hanya telur ayam ras, kenaikan harga juga terjadi pada telur bebek. Jika sebelumnya telur bebek lokal dijual sekitar 2.800 rupiah per butir, kini harganya meningkat menjadi 3.200 rupiah per butir. Bahkan, telur puyuh yang biasanya tidak terlalu banyak dicari kini turut mengalami peningkatan permintaan.

Dalam sehari, penjualan telur puyuh bisa mencapai 10 hingga 15 rak dengan harga yang juga ikut naik hingga sekitar 700 rupiah per butir. Para pedagang menilai kenaikan harga telur ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan.

Salah satu faktor yang memengaruhi tingginya permintaan adalah penyajian menu dalam program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang selama Ramadan menggunakan menu kering sehingga membutuhkan bahan tambahan seperti telur.

Salah seorang pedagang telur, Hanafi, mengatakan, “Untuk penjualan meningkat banar, tetapi harganya naik. Telur ayam ras kemarin masih harga 29 ribu rupiah per kilogram, sekarang sudah 32 ribu. Sekarang stoknya tidak banyak. Telur bebek naik juga, biasanya 2.800 rupiah per butir, sekarang jadi 3.200 rupiah. Ini telur bebek lokal. Bahkan sekarang telur puyuh juga dicari. Sehari bisa habis 10–15 rak, harganya juga mahal, sudah 700 rupiah per butir,” ujar Hanafi, salah seorang pedagang telur.

Dengan tingginya permintaan tersebut, pedagang berharap pasokan telur dari distributor dapat kembali stabil agar harga di pasaran tidak terus mengalami kenaikan dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *