Merawat Nada Warisan Budaya Lewat Alat Musik Panting

Barito Kuala, Duta TV — Suara petikan senar yang lembut mengalun, mengisi ruang dengan nada-nada khas yang menenangkan. Jemari memainkan beberapa senar sekaligus, berpadu dengan sentuhan pick, menghasilkan harmoni yang sederhana namun memikat.

Sekilas bentuknya menyerupai gitar kecil yang ramping tanpa lekukan. Ya, inilah panting, alat musik tradisional khas Suku Banjar yang hingga kini masih setia mengiringi tarian, upacara adat, hingga hiburan rakyat.

Di tengah semakin jarangnya pengrajin panting, Fahrul Anwar, pemuda 32 tahun asal Semangat Dalam, Kabupaten Barito Kuala, menghabiskan hari-harinya di bengkel sederhana memproduksi alat musik tradisional dengan penuh ketelatenan. Alumni Universitas Lambung Mangkurat ini sejak 2015 mengelola usaha yang ia beri nama Pancar Sembilan dan telah menghasilkan ribuan panting. Tak hanya itu, Fahrul juga mengembangkan produksi alat musik tradisional lainnya, seperti sape khas Suku Dayak.

Bagi Fahrul, usaha ini bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi cara merawat identitas budaya agar tetap hidup di tengah derasnya pengaruh musik modern, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencintai warisan daerah.

“Sebenarnya ketertarikan, basic kuliah di pendidikan seni di ULM jadi termotivasi membuat alat ini, semuanya otodidak, karena sering memainkan alat ini saja,” tuturnya.

Dalam proses pembuatannya, Fahrul menggunakan kayu kalampan, jingah, dan binjai yang didatangkan dari sejumlah desa di Barito Kuala.

Bahan baku tersebut dikeringkan secara alami sebelum dibentuk, dipasang senar, diberi warna, hingga sentuhan ukiran. Satu alat musik membutuhkan waktu sekitar lima hari hingga siap dimainkan.

Untuk pemasaran, ia memanfaatkan media sosial yang membuat produknya diminati hingga ke luar negeri.

Dari usaha ini, Fahrul Anwar mampu meraih penghasilan sekitar tujuh juta rupiah per bulan, sekaligus menjadi tumpuan ekonomi bagi keluarganya, sembari terus menjaga nada-nada tradisi tetap bergema.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *