Pasca Banjir, Kadin Kalsel Nilai Prospek Ekonomi Daerah 2026 Masih Menjanjikan

Banjarmasin, DUTA TV — Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Kalimantan Selatan menilai prospek ekonomi daerah tahun 2026 tetap menjanjikan meskipun sempat terdampak bencana banjir di awal tahun.

Dalam focus group discussion yang membahas prospek ekonomi Kalimantan Selatan tahun 2026 serta solusi ekologi guna meminimalkan risiko bencana, Ketua Kadin Kalsel mengatakan perekonomian Kalsel pada tahun 2025 ditutup dengan pertumbuhan yang cukup baik, yakni sebesar 5,2 persen.

Ia menyebut pola penggerak Pendapatan Asli Daerah saat ini mulai bergeser. Jika sebelumnya pembangunan infrastruktur berperan besar dalam mendorong PAD, kini sektor MBG dinilai menjadi salah satu yang cukup kuat dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Namun demikian, Ketua Kadin Kalsel, Hj Shinta Laksmi Dewi, berharap bencana yang terjadi tidak kembali terulang, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan optimal di 2026.

“Kita melihat bahwa dulu mungkin kita berkaca dari infrastruktur lebih banyak berperan dalam peningkatan PAD. Nah saat ini kita melihat bahwa sektor MBG itu menjadi sektor yang cukup kuat untuk bisa menggerakkan PAD kita di Kalsel khususnya, dan kami berharap bencana yang terjadi juga tidak terulang sehingga kita bisa dapat start over lagi di 2026,” ujarnya.

Sementara itu, dalam FGD ini, pakar ekonomi Ahmad Yunani mengatakan bahwa bencana banjir memang berdampak langsung terhadap sektor-sektor ekonomi berbasis sumber daya alam, seperti perikanan, pertanian, tanaman pangan, dan hortikultura. Meski begitu, dari sektor properti, Ketua DPD REI Kalimantan Selatan optimistis bahwa pembangunan perumahan tetap berjalan di tengah kondisi alam yang terjadi.

“Jadi perekonomian sektor perekonomian secara luas ada perikanan, pertanian, tanaman pangan, hortikultura itu terdampak yang sangat langsung. Akhirnya daya beli masyarakat juga akan turun sehingga sektor perdagangan juga akan turun di situ. Itu yang akhirnya berdampak. Tapi kalau sektor jasa lain secara umum di kabupaten kota yang tidak secara langsung itu sedikit lebih aman, tapi di beberapa kabupaten kota terdampak secara langsung,” ucap Prof. Ahmad Yunani.

H. Ahyat Sarbini, Ketua DPD REI Kalsel, juga berharap agar semua asosiasi bisa mencapai 15 ribu untuk pembangunan rumah.

“Kita tetap program kita untuk REI-nya ada 10 ribu dan mudah-mudahan semua asosiasi itu bisa mencapai 15 ribu untuk pembangunan rumah. Jadi ada beberapa daerah, misalnya daerah yang memang Kabupaten Banjar seperti Gambut, Batola itu daerah-daerah tertentu, tapi daerah BJB dan sekitarnya masih aman. Tapi ini sebenarnya kondisi alam dan mudah-mudahan cepat berlalu, dan biasa musim hujan memang begitu. Cuma kita selalu sinergis dengan pemda, artinya pemerintah punya regulasi mengatur kita, dari developer juga mengikuti bagian dari drainase air dan juga memperhatikan dari segi lingkungan buangan airnya,” harapnya.

Selain menghadirkan pakar ekonomi, FGD ini diisi sejumlah narasumber di antaranya perwakilan Walhi Kalimantan Selatan, Dinas Lingkungan Hidup, serta pakar perancangan kota, dan dimoderatori oleh Diana Rosianti dari Duta TV. Lewat FGD ini Kadin Kalsel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi daerah agar sejalan dengan program pemerintah, sekaligus mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan guna menghindari bencana serupa di masa mendatang.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *