Perkuat Ketahanan Tim SAR ATR 42-500 di Medan Ekstrem, TNI Drop 5 Ton Ransum Tempur

Makassar, DUTA TVTim SAR gabungan harus melewati medan terjal dengan cuaca ekstrem dalam operasi kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

TNI pun mengirimkan lima ton ransum tempur untuk memperkuat ketahanan para personel SAR.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta menuju Makassar hilang kontak pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat itu jatuh di puncak Gunung Bulusaraung. Hingga saat ini, total ada dua korban yang ditemukan dalam kondisi meninggal.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko kemudian melaporkan kondisi medan terjal dan cuaca ekstrem di lokasi operasi kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kepala Staf Angkatan Darah (KSAD) Maruli Simanjuntak. Dia lalu memohon bantuan penguatan logistik.

“Bapak KSAD langsung memberikan bantuan. Hari ini sudah terkirim 5 ton, harusnya 6 ton tetapi kemampuan pesawat kita 5 ton. Tadi sudah nyampe di Lanud,” ungkap Mayjen Bangun kepada wartawan di kantor Biddokkes Polda Sulsel, Selasa (20/1/2026).

Dia mengungkapkan logistik yang dikirim berupa ransum tempur dengan tiga jenis. Di antaranya eprokal berupa minuman seperti kopi hingga sereal dan naraga yang merupakan asupan makanan bergizi dan sering digunakan di daerah operasi untuk waktu yang cukup lama.

“(Bantuan logistik) Ini berupa ransum tempur, ada tiga macam, yaitu pertama adalah eprokal. Eprokal itu biasanya bersifat minuman atau asupan, mungkin ada kopi ada susu, sereal. Kemudian yang kedua adalah naraga,” bebernya.

Menurut Mayjen Bangun, ransum tempur tersebut efektif digunakan karena bisa langsung disajikan oleh personel. Logistik tersebut didistribusikan ke personel SAR di lapangan melalui helikopter.

“Kalau ini heli nanti bisa mengantar ataupun bisa terbang (menyalurkan bantuan), kita sudah rencanakan titik-titik, istilah kita itu untuk penimbunan logistik,” jelas Mayjen Bangun.

Dia menuturkan skema tersebut dilakukan jika personel SAR tidak turun dari lokasi ataupun mengharuskan mereka bermalam di pegunungan selama operasi.

Mayjen Bangun menegaskan, pengiriman ransum militer untuk memastikan personel tidak kekurangan logistik.

Diterangkannya, logistik tersebut bukan cuma untuk prajurit TNI namun juga untuk seluruh personel gabungan yang bertugas dalam operasi SAR Pesawat ATR 42-500.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *