Mohammad Nuh Tanam Pohon Ulin di Arboretum Ayu Tirta

Banjarbaru, DUTA TV Tokoh nasional sekaligus Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Prof. Dr. Ir. K.H. Mohammad Nuh berkunjung ke Arboretum Ayu Tirta dan melakukan penanaman pohon ulin, salah satu jenis kayu langka di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Mohammad Nuh mengaku terkesan dengan upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan oleh pendiri Arboretum Ayu Tirta, Chendrawan Sugianto.

Ia menegaskan bahwa melihat langsung upaya konservasi memberikan keyakinan bahwa masih banyak pihak yang secara konsisten mencintai lingkungan.

Ia menyebut Arboretum Ayu Tirta memiliki beragam spesies tanaman yang bernilai ekologis tinggi, salah satunya adalah pohon ulin, yang ditanam bersama dengan rekan sejawatnya Mohammad Hatta, Menteri Lingkungan Hidup periode 2009–2011, dalam kesempatan ini.

Menurutnya, pohon ulin memiliki kontribusi luar biasa terhadap pelestarian lingkungan hidup dan kini tergolong sangat langka.

Menteri Pendidikan periode 2009–2014 ini juga memaparkan setidaknya empat manfaat utama keberadaan arboretum, yaitu sebagai upaya pelestarian lingkungan, sarana pembelajaran keanekaragaman hayati, model yang dapat direplikasi oleh masyarakat atau daerah lain, serta memiliki potensi ekonomi meskipun bukan menjadi tujuan utama.

“Terima kasih Pa Chen mengundang kami untuk bisa pertama tentu melihat dengan mata kepala sendiri, karena seeing is believing. Kalau melihat sendiri itu kita jadi percaya ternyata di dunia ini masih ada orang yang terus-menerus mencintai lingkungan dengan cara menanam dan merawat. Tidak hanya menanam dan merawat, tapi juga diversifikasi dari berbagai macam tanaman. Pa Chen telah melakukannya di sini, ada beberapa macam spesies tanaman,” ungkap Nuh.

“Hari ini kami diberi kesempatan untuk menanam pohon ulin, termasuk kayu atau pohon yang sangat langka di Indonesia ini yang punya kontribusi luar biasa kaitannya dengan lingkungan hidup. Sekali lagi saya berterima kasih kepada Pak Chen atas kebersamaannya membuat gerakan cinta lingkungan,” lanjutnya.

Sementara itu, pendiri Arboretum Ayu Tirta Chendrawan Sugianto mengaku kunjungan Mohammad Nuh menjadi penyemangat besar bagi pihaknya. Ia menjelaskan bahwa koleksi arboretum telah ditanam sejak 13 tahun lalu dan kini memiliki ratusan spesies tanaman dari berbagai daerah di Indonesia. Ia menambahkan Arboretum Ayu Tirta juga memiliki kawasan konservasi terbuka yang tersebar di beberapa lokasi dengan luasan hektaran.

Saat ini, pihaknya menargetkan penanaman 10.001 pohon ulin pada tahun 2026. Dari target tersebut, sekitar 6.000 pohon telah ditanam, sementara sisanya masih menunggu faktor cuaca dan kesiapan lahan.

“Prof. Dr. Ir. Kiai Haji M. Nuh beliau berkenan mampir pada sore hari ini, di mana bisa menyaksikan langsung koleksi arboretum di Ayu Tirta. Koleksi ini sudah menanam sejak 13 tahun lalu. Kita juga sudah memiliki konservasi yang terbuka di beberapa gunung terpisah dengan luasan hektar. Kedatangan beliau sangat menginspirasi dan menyemangati kami untuk mengejar target penanaman 10.001 ulin di tahun 2026 ini, karena kami di sini punya 2.000 bibit, ada 1.000 di pabrik, sudah kami tanam 6 ribu, jadi tinggal seribu lagi. Kami mengejar cuaca dan faktor lainnya, semoga nanti mendukung,” ucap Chendrawan.

Dalam kesempatan ini, Chendrawan Sugianto juga menyerahkan kenang-kenangan berupa lukisan bertema pasar terapung karya seniman Misbach Tamrin kepada Mohammad Nuh. Selain itu, Mohammad Nuh juga meninjau langsung rumah joglo yang berdiri di kawasan arboretum dengan ukiran khas yang didatangkan langsung dari Kudus.

Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara tokoh nasional, pengelola arboretum, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta keanekaragaman hayati Indonesia.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *