Suripno Dorong Penguatan Kader dan Optimalisasi Posyandu 6 SPM di Daerah

Banjarmasin, DUTA TV — Upaya penguatan Posyandu terus dilakukan menyusul perluasan layanan yang ditetapkan dalam Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 mencakup 6 bidang Standar Pelayanan Minimal atau SPM.
Hal tersebut disampaikan Suripno Sumas dalam sosialisasi peraturan daerah. Dalam sosialisasi itu, Suripno menekankan dua fokus utama yang akan diperkuat, yakni dari sisi pengelolaan dan aspek operasional.
Menurutnya, selama ini kemampuan para kader Posyandu lebih terpusat pada pelayanan kesehatan, padahal enam layanan SPM menuntut kompetensi tambahan pada lima bidang lainnya.
Untuk itu, peningkatan kapasitas kader dinilai sangat penting dan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pasalnya, berdasarkan data secara nasional, pemerintah menargetkan dalam lima tahun ke depan sebanyak 80 persen Posyandu mampu melaksanakan enam layanan SPM secara mandiri.
“Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 ini bahwa Posyandu itu tidak hanya kesehatan, tetapi juga lima bidang lainnya yang juga berkaitan bagaimana meningkatkan kesejahteraan atau kesehatan masyarakat,” ujar Suripno.
“Nah itulah kenapa kami ikut berperan serta melalui sosialisasi ini agar masyarakat lebih mengetahui… nah inilah yang dilaksanakan oleh pemerintah setelah berubahnya peraturan perundang-undangan yang dulu jadi sekarang, termasuk Permendagri tadi sehingga kegiatan Posyandu bisa lebih luas lagi,” sambungnya.
Sugiarto Sumas, Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, juga menjelaskan melalui Wasaka Academy itu kader akan dilatih sesuai dengan keperluan SPM secara keseluruhan.
“Posyandu Kalsel itu membentuk yang namanya Wasaka Academy, di mana melalui Wasaka Academy itu kader akan dilatih sesuai dengan keperluan SPM secara keseluruhan. Nah di dalam masa perjalanan awal, mereka harus didampingi oleh instansi teknis masing-masing kabupaten. Dengan demikian maka persoalan kesenjangan pengetahuan terhadap enam SPM secara keseluruhan itu bisa diatasi,” jelasnya.
Berdasarkan catatan di Kalimantan Selatan sendiri, proses pembentukan Posyandu 6 SPM sudah hampir rampung dan ditargetkan selesai pada Desember. Namun dari sisi operasional, rata-rata di setiap kabupaten/kota baru memiliki satu hingga tiga Posyandu yang benar-benar telah menjalankan layanan SPM secara penuh. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan peningkatan kapasitas kader dan kesiapan teknis masih perlu menjadi perhatian serius.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





