4 Desa di Batola Mendapat Apresiasi Desa Peduli Stunting

Barito Kuala, Duta TV — Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Barito Kuala melaksanakan acara pemberian apresiasi Desa Peduli Stunting tingkat Kabupaten Barito Kuala.
Acara tersebut diisi dengan sambutan arahan Bupati Batola yang disampaikan oleh Wakil Bupati Batola Herman Susilo selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Batola di Balai Desa Panca Karya Kecamatan Alalak, Kamis (16/04).
Kepala Dinas DP2KBP3A, dr. Hj. Azizah Sri Widari, M.P.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas komitmen nyata pemerintahan desa dalam menekan angka stunting.
“Kami laporkan kepada Bapak selaku Ketua TPPS Kabupaten Barito Kuala, pada hari ini kita melaksanakan kegiatan apresiasi desa peduli stunting di Desa Panca Karya ini. Karena kita cukup berbangga Pak, dengan ada empat desa hari ini yang kita beri apresiasi di mana keempat desa ini menghasilkan nol stunting selama tiga bulan berturut-turut di tahun 2025, yaitu bulan Oktober, November, dan Desember,” lapornya.
Beliau menjelaskan bahwa standar tiga bulan ditetapkan untuk memastikan penurunan stunting bukan sekadar kebetulan.
“Kalau yang tiga bulan, itu artinya memang ada komitmen untuk menurunkan stunting. Nah, istimewanya Desa Panca Karya khususnya, di sini sudah lebih setahun nol stuntingnya. Upaya dari Pak Kades, tim desa, serta masyarakat yang kooperatif sangat luar biasa sehingga stunting bisa nol. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk desa-desa lain,” katanya.
Wakil Bupati Batola, Herman Susilo, dalam sambutannya menekankan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama untuk masa depan negara, khususnya di Kabupaten Barito Kuala.
“Berbicara tentang stunting, ini bukan hanya sekadar menjadi program atau mencari apresiasi, tetapi ini adalah tanggung jawab kita. Program ini harus dilakukan dengan kebersamaan, mulai dari orang tua, aparat desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat nasional harus peduli,” tegas Herman Susilo.
Ia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap pencapaian empat desa tersebut sebagai cerminan bagi desa lainnya. “Saya yakin, dengan sampai setahun nol stunting, tentunya ini adalah wujud kecintaan dan tanggung jawab Bapak-Ibu sekalian. Terkait harapan untuk menjadi Desa Bebas Stunting, insya Allah nanti kita rembukkan lagi karena kita sebagai kepala daerah harus mendukung penuh program ini. Soal dana, kita bisa cari.
Terima kasih buat bapak ibu sekalian yang sudah bekerja sekuat tenaga, mudah-mudahan ini menjadi amal jariah.”
Acara dilanjutkan dengan penyerahan apresiasi Desa Peduli Stunting tingkat Kabupaten Barito Kuala tahun 2026 oleh Wakil Bupati didampingi Kepala DP2KBP3A, Kepala Dinas Sosial, serta camat terkait.
Penghargaan berupa sertifikat dan uang sebesar 5 juta rupiah diberikan kepada masing-masing desa yang berhasil mempertahankan angka stunting nol selama tiga bulan berturut-turut, yaitu Desa Panca Karya Kecamatan Alalak, Desa Karang Buah Kecamatan Belawang, Desa Karang Dukuh Kecamatan Belawang, dan Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan.





