Tak Diterima di Sekolah Negeri, Wali Murid : “Nilai Ujian Jadi Sia-Siaâ€

DUTA TV BANJARMASIN – Sistem penerimaan peserta didik baru yang saat ini melalui sitem zonasi atau jarak rumah dengan sekolah, terus menuai kritik dan keluhan dari para orang tua calon murid.
Pasalnya, selain proses PPDB yang dinilai berbelit sistem tersebut juga dinilai banyak merugikan pada orang tua murid dan calon siswa yang memiliki nilai tinggi tetapi memiliki alamat yang cukup jauh dari sekolah negeri.
Hal ini tentu membuat usaha orang tua dan anak untuk mendapat nilai tinggi dalam kelulusan ujian seolah menjadi sia-sia lantaran tidak bisa masuk ke SMA negeri yang sudah diharapkan.
Seperti yang diutarakan oleh ibu Siti Maimunah, dimana anak mereka terpaksa harus sekolah di SMA swasta lantaran jarak rumah yang cukup jauh, padahal sang buah hati memiliki nilai ujian tinggi.
“Sebelumnya mendaftar sudah di SMAN 1 dan SMAN 2, ternyata zonasi jaraknya sekitar 1.130 meter dari sekolah jadi gugur dizonasi, untuk nilai alhamdulillah nilainya 291, untuk sistem seperti ini sangat keberatan sebenarnya, anak sempat nangis juga karena belajar malam siang untuk hasil yang baik, ternyata hasil tidak digunakan jadi sangat kecewa jadi sia-sia, menurut saya tidak efektif, biar anak semangat belajar, kan banyak anak yang kursus ada nimnya yang tinggi, sampai kemarin ada anak yang bilang ga usah belajar biar pindah kartu keluarga aja biar bisa masuk,†kata Siti Maimunah.

Wargapun berharap ada evaluasi atas berbagai keluhan yang mengemuka dalam proses PPDBÂ di 2019.
Reporter : Ade Yanuar





