Sepi Peminat, Pendaftar di SMPN 32 Banjarmasin Belum Penuhi Satu Rombel

Banjarmasin, DUTA TVSMP Negeri 32 Banjarmasin masih membuka pendaftaran secara offline meskipun masa penerimaan siswa baru secara umum telah ditutup. Sekolah yang terletak di kawasan Alalak, Banjarmasin Utara ini, baru menerima 23 peserta didik dari total kuota 96 siswa atau tiga rombongan belajar (rombel). Jumlah tersebut bahkan belum memenuhi satu rombel atau satu kelas.

Minimnya jumlah lulusan Sekolah Dasar (SD) di wilayah sekitar serta lokasi sekolah yang cukup jauh dari pusat kota diduga menjadi penyebab rendahnya minat pendaftar di sekolah tersebut. Meskipun telah menggelar pendaftaran ulang secara manual, belum ada tambahan pendaftar yang datang ke sekolah.

Rencananya, SMPN 32 membuka tiga kelas pada tahun ajaran baru ini. Namun, dengan jumlah pendaftar saat ini, satu kelas pun belum bisa dibentuk. Kepala SMP Negeri 32 Banjarmasin, Suriyasa, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah lain yang kelebihan murid untuk mengarahkan siswa yang tidak tertampung agar mendaftar ke SMPN 32.

Sementara itu, SMP Negeri 10 Banjarmasin yang berlokasi di kawasan Ais Nasution atau Kampung Gedang, juga masih membuka pendaftaran secara offline.

Kepala SMP Negeri 10 Banjarmasin, Syahrida, menjelaskan bahwa dari kuota 224 siswa untuk delapan rombel, baru sekitar 109 siswa yang mendaftar melalui jalur reguler.

“Selama belum terpenuhi, masih membuka pendaftaran. Kuota ada tujuh rombel atau kelas, isinya 32 siswa. Jalur online domisili 69 murid, afirmasi 27, prestasi 2, dan berkebutuhan khusus 11. Yang masuk sekitar 109,” ujar Syahrida.

Salah satu keluarga pendaftar, Livia, mengaku bahwa anaknya diarahkan oleh guru untuk mendaftar di SMP Negeri 10 setelah tidak lolos di sekolah tujuan sebelumnya.

“Karena di SMP 7 dan lainnya nggak masuk, gugur. Tinggal diarahin, nggak ada kendala karena diarahkan oleh guru. Tinggal nebus baju dan atribut,” ujar Livia.

Pihak SMP Negeri 10 menyatakan sudah mencatat lebih dari 40 pendaftar secara manual dan terus melakukan upaya promosi, termasuk menyebarkan informasi melalui media sosial untuk menarik minat calon siswa baru.

Reporter : Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *