Ingin Sukses Berbisnis, Yuswohadi Ajak Wirausaha Kalsel Melek Teknologi Digital

DUTA TV BANJARMASIN – Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama), menggelar seminar bertajuk Millenials Kill Everything, Sabtu (06/07/2019). Seminar yang diikuti oleh para wirausaha di Banjarmasin dan Kalsel ini, menghadirkan pakar pemasaran yang juga penulis buku, Yuswohadi.

Menurut Yuswohadi, sebagian besar peradaban dunia telah disentuh oleh perkembangan teknologi digital. Kini hampir semua kegiatan atau aktivitas kita sudah bisa dilakukan dengan teknologi digital.

Namun, meski banyak memudahkan, serbuan teknologi digital dinilai dapat berdampak negatif. Contohnya, pekerjaan yang sebelumnya menggunakan tenaga manusia, semuanya berubah menjadi menggunakan tenaga mesin. Teknik pemasaran pun sudah berubah menggunakan sistem online.

“Solusinya adalah teman-teman pebisnis harus memahami perilaku baru dari milenial. Yang paling mendasar pertama harus memahami perilaku milenial, dan mendekontruksi produk agar sesuai dengan preferensi baru milenial. Kalau produk kita gak zaman now, industri kita bisa digusur (terbunuh) oleh milenial”, tandasnya.

Seminar ini merupakan salah satu kontribusi Kagama, untuk mendukung kemajuan para wirausaha banua. Pasalnya, sudah tidak memungkinkan lagi semua bisnis yang dijalankan hanya menggunakan sistem manual. “Kita ingin memberikan kontribusi untuk para wirausaha banua, agar melalui seminar ini mereka bisa lebih melek teknologi digital”, ucap Prof. DR. Abdullah, Ketua Pengurus Daerah Kagama Kalsel.

Senada, Asisten II Bidang Perekonomian Sekdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi, sepakat para wirausaha baru di Banjarmasin sudah saatnya perlu melek teknologi digital. “Ini adalah kegiatan yang satu visi dan menguntungkan untuk Pemko Banjarmasin. Ketika pemko mengarah penumbuhan wirausaha baru, kegiatan ini wajib disupport oleh profesional, termasuk Kagama. Seminar ini sangat bagus dan mendukung untuk visi Pemko menumbuhkan 2500 wirausaha baru di Banjarmasin,” tandasnya.

Pemko Banjarmasin sendiri siap membuka diri kapanpun untuk berkolaborasi dengan program Kagama. Apalagi, Banjarmasin merupakan kota perdagangan yang dinilai cukup aktif.

 

Evi Dwi Herliyanti

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *