Komisi IV Pelajari Sistem Pelayanan Ketenagakerjaan di Jabar

Bandung, DUTA TV — Komisi IV DPRD Kalsel melakukan studi komparasi ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat untuk mempelajari sistem pelayanan ketenagakerjaan.

Komisi IV menilai hal itu perlu, karena Jabar merupakan daerah dengan penduduk yang cukup besar, mencapai 50 juta jiwa. Dengan penduduk yang cukup banyak itu, tantangan yang dihadapi Disnakertrans Jabar dinilai sama dengan Kalimantan Selatan.

Wakil Ketua Komisi IV menegaskan pentingnya regulasi ketenagakerjaan dalam menangani berbagai persoalan pekerja maupun pengusaha. Pasalnya, dengan penduduk yang cukup banyak, Jabar dinilai mampu menanggulangi kekisruhan yang terjadi akibat permasalahan pencari kerja.

Melalui kunjungan ini pihaknya ingin mendapatkan informasi terkait pembinaan dan pelatihan tenaga kerja di Jawa Barat, terutama yang memiliki skill atau kompetensi siap pakai sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, menegaskan bahwa kunjungan ke Jawa Barat dilakukan untuk mempelajari berbagai sistem ketenagakerjaan di daerah tersebut.

“Kami hadir ke Jawa Barat ini untuk mendapatkan apa saja sih yang kira-kira menjadi regulasinya, kebijakannya, sistem ketenagakerjaannya, tentang sistem pengupahan, apa segala. Ini kan luar biasa, dia mampu dan menyumbang PAD besar dari sektor ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tentang pelatihan vokasi yang dilakukan di Jawa Barat.

“Jadi dari beberapa ini termasuk soal pelatihan vokasi, baik itu yang dilakukan balai latihan kerja, kemudian juga dengan sistem-sistem kemandirian pelatihan, juga kesiapan forum yang merupakan kebutuhan. Ini luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pertemuan ini Disnakertrans Jabar menjelaskan bahwa kebijakan yang dijalankan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Regulasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Reporter: Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *