Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab BRI, Diduga Terkait Fraud Internal

Jakarta, DUTA TV — Kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta, memasuki babak baru.
Dugaan keterkaitan dengan praktik tindakan kecurangan atau penipuan yang dilakukan secara sengaja untuk mendapatkan keuntungan tidak sah atau fraud internal di tubuh bank pelat merah itu, kini menjadi fokus penyidikan polisi.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI pada Kamis (21/8/2025), mengungkapkan keprihatinan mendalam.
“Kami berduka atas peristiwa ini. Aparat sedang mendalami apakah motifnya terkait penagihan kredit, persoalan pribadi, atau hal lain yang lebih serius,” ujarnya.
Polisi telah menangkap delapan pelaku, empat di antaranya adalah eksekutor lapangan, sementara empat lainnya merupakan aktor intelektual yang mengendalikan operasi.
Penangkapan dilakukan di berbagai kota, mulai dari Bandara Labuan Bajo, Solo, hingga Jakarta Utara.
Di antara nama-nama yang ditangkap, Dwi Hartono menjadi sorotan publik.
Dwi dikenal sebagai pengusaha dan motivator bisnis, bahkan kerap tampil di media sosial bersama tokoh nasional.
Rekam jejaknya sebagai pengusaha flamboyan kini kontras dengan statusnya sebagai tersangka otak kejahatan.
Kasat Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Resa Fiardi Marasabessy menyebut, pola perencanaan menunjukkan kejahatan ini tidak dilakukan secara spontan.
Ada pembagian peran, koordinasi matang, dan upaya menghilangkan jejak sehingga bisa dikatakan bukan sekadar tindak kriminalitas biasa.(net)





