Banyak Jurusan Kedaluwarsa, Komisi IV Sebut Pengangguran Didominasi Lulusan SMK

Banjarmasin, DUTA TV — Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menuding pengangguran di Kalsel justru didominasi lulusan SMK. Penyebabnya adalah jurusan yang sudah kedaluwarsa.
Saat rapat bersama Dinas Pendidikan Kalsel, anggota Komisi IV justru mendapati data angka pekerja saat ini didominasi lulusan SMP.Padahal, pemerintah sudah menerapkan program wajib belajar 12 tahun.
Komisi IV meminta Dinas Pendidikan melakukan pembaruan jurusan dan materi pembelajaran agar para lulusan SMK bisa langsung bekerja sesuai mottonya.
Hal itu juga sebagai upaya mengurangi angka pengangguran di Kalsel yang jumlahnya mencapai 4,20 persen dari total penduduk.
Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono, mengatakan pihaknya mendorong kerja sama antara sekolah menengah kejuruan dengan industri besar.
“Kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar batubara, kelapa sawit, dan sebagainya, bahkan membuka program mata pelajaran yang baru yang dibutuhkan di lapangan, jadi tak ada lagi anak-anak SMK yang mencari pekerjaan. Mereka ditempatkan langsung di tempat-tempat untuk menjalin kerja sama tersebut,” ujarnya.
Bambang juga mencontohkan penerapan sinergi tersebut di daerah lain.
“Contohnya di Bali ada jurusan pertanian, mereka kerja di hotel yang menerapkan pertanian hidroponik, langsung kerja di sana,” tambahnya.
Komisi IV berharap langkah cepat bisa dilakukan Disdik agar peminat Sekolah Menengah Kejuruan di Kalsel tidak menurun.
Adapun beberapa jurusan yang seharusnya mulai diperbarui adalah tata boga dan perbengkelan, mengingat saat ini jumlah lulusan dari dua jurusan tersebut sangat membludak dan tak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





