Terdampak Pembangunan Jembatan Sungai Ulin Km 31, Pedagang Terancam Bangkrut

Banjarbaru, Duta TV — Pembangunan Jembatan Sungai Ulin Km 31 Banjarbaru tidak hanya memicu keluhan dari warga Jalan Kartika yang merasa dirugikan hingga memutuskan untuk memasang portal.
Pembangunan Jembatan Sungai Ulin Km 31 belakangan juga diakui ikut memberi dampak terhadap para pedagang yang ada di sekitar proyek.
Seperti pedagang sembako dan karpet yang tepat berada di samping proyek jembatan. Sejak sebulan terakhir, pendapatan mereka turun drastis akibat akses jalan menuju tempat usaha mereka ditutup, hingga berakibat sepinya pembeli.
“Dampaknya sangat menurun, pendapat hingga 100 persen. Biasanya 15 sampai 20 juta, kita hanya jutaan rupiah saja. Sangat berdampak ke penghasilan, tidak bisa bayar anak sekolah. Kami berharap dibantu dan anggota dewan tidak ada yang hadir,” ucap Maslian, pemilik Toko Amana.
Pedagang lain yang ikut merasakan dampaknya adalah Susilo, pemilik toko karpet, yang mengeluhkan sejak proyek dimulai, penjualan karpetnya menurun drastis.
Penutupan jalan dan penumpukan material proyek telah menghalangi akses pelanggan ke tokonya, sehingga nyaris tak ada pembeli yang singgah ke tokonya, meskipun harga karpet di tempatnya dijual dengan harga jauh lebih murah.
Kondisi ini menjadi masa tersulit selama 12 tahun Susilo berjualan karpet di tempat ini. Bahkan dampaknya lebih berat dari masa pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu.
“Sekarang ini kondisinya lebih parah dari pandemi Covid-19. Dulu kami bisa menjual sampai tujuh lembar karpet impor dalam sebulan, sekarang hanya dua lembar. Itu pun harganya kami banting dari Rp12 juta jadi Rp3 juta. Biasanya bisa terjual 60 meter sebulan, sekarang benar-benar sepi, tidak ada satu pun yang terjual. Karpet itu produk yang harus dilihat dan diraba langsung oleh pelanggan. Mereka ingin merasakan teksturnya dan melihat warna aslinya. Ini bukan kebutuhan pokok, tapi barang seni, jadi harus cocok di mata pembeli. Saya awalnya tahu dari tetangga. Seharusnya kami diajak bicara sejak awal,” ungkapnya.
Para pedagang berharap pemerintah dan pihak terkait memperhatikan nasib usaha mereka yang terancam bangkrut, yang berakibat kepada terus menurunnya penghasilan.
Reporter: Tim Liputan





