3 Merek Beras Oplosan Ditemukan di Retail Modern, Peredaran Langsung Dihentikan

Banjarmasin, Duta TV – Tiga merek beras oplosan ditemukan di retail modern berjaringan di Banjarmasin. Temuan itu berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Ahmad Bagiawan, mengatakan pasca temuan, pihaknya langsung mengirimkan sampel untuk diteliti di Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang. Hasilnya, beras dengan merek yang ditemukan diduga memang oplosan karena kualitasnya di bawah mutu.
Bahkan, tak hanya dioplos, beras dengan label premium itu kurang dari jumlah takaran seharusnya, termasuk komposisi yang berbeda dengan tulisan yang tertera pada label.
Dinas Perdagangan pun langsung melaporkan temuan ini ke kepolisian untuk ditindaklanjuti, dan saat ini pun sudah dihentikan peredarannya. Kepala dinas menyebut investigasi tak hanya menyasar retail modern, melainkan empat pasar tradisional. Namun, di empat pasar tradisional di wilayah Banjarmasin itu nihil ditemukan beras oplosan.
“Kami dari Dinas Perdagangan langsung kemarin turun ke lapangan untuk investigasi, mencari tahu merek-merek tersebut, apakah ada beredar di Banua kita. Ada beberapa pasar yang kami datangi, pasar tradisional itu kebetulan semua ada empat yang kami datangi, tidak ditemukan beras yang dimaksud. Tapi kami masuk ke retail, toko modern. Ada tiga merek yang kami temukan,” ujarnya.
“Langsung kami bawa ke Balai Penjamin Mutu Barang (BPSMB) di Banjarmasin. Sehingga setelah hasil investigasinya itu, memang kualitasnya di bawah daripada mutu beras yang tertera di label. Jadi, di label itu dikatakan beras premium, misalnya, yang mestinya beras premium itu harus 15 persen ke bawah patahannya. Jadi, beras yang lurus dan sempurna. Sehingga diduga itu dioplos,” lanjutnya.
Salah satu beras yang diduga oplosan mengacu dari data resmi yang sudah diumumkan Kementerian Perdagangan, yakni beras dengan merek Sania, sementara dua merek lainnya masih enggan dibeberkan oleh Disdag Kalsel.
Kendati ditemukan beredar di Banjarmasin, namun Disdag meyakini konsumen dari beras oplosan berlabel premium di Kalsel sangat minim, menyusul warga Kalsel disebut lebih banyak mengonsumsi beras lokal, terlebih saat ini Kalsel tengah surplus beras.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





