Jalankan Program Kurangi 15 Ribu Pengangguran, Disnaker Tabalong Minta Bantuan

Tabalong, Duta TV – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong menjalankan program pengurangan 15 ribu pengangguran, dengan perekrutan dan pelatihan keterampilan.
Hanya saja, program itu masih terkendala dana. Hal itu diungkapkan Disnaker Tabalong saat kunjungan sekaligus monitoring program oleh Komisi Empat DPRD Kalsel.
Dalam kesempatan ini, Disnaker Tabalong meminta ada alokasi khusus dari Pemerintah Provinsi untuk program yang tengah mereka jalankan. Pasalnya, program ini disebut mampu membantu Pemprov mengurangi satu persen dari total angka pengangguran di Kalsel.
Pasalnya, angka pengangguran saat ini jumlahnya mencapai 4,20 persen dari total penduduk yang ada di Kalsel.
H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel mengatakan, Banyak mendapat masukan sekaligus laporan tentang kegiatan-kegiatan di Disnaker dalam rangka untuk melahirkan dan mencetak tenaga terampil yang andal di Kabupaten Tabalong.
“Alhamdulillah kita banyak dapat masukan sekaligus laporan yang disampaikan mereka tentang kegiatan-kegiatan di Disnaker dalam rangka untuk melahirkan dan mencetak tenaga terampil yang andal di Kabupaten Tabalong dengan target yang cukup signifikan ya,” ungkap Gusti Iskandar Sukma Alamsyah.
“Hampir 15 ribu, yang mana tentunya secara angka pengurangan pengangguran ini luar biasa. Ini targetnya hampir satu persen dari penurunan angka di provinsi. Sehingga mereka juga menyampaikan masih ada hal-hal yang perlu dibenahi. Kalau itu dimungkinkan, ada bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi,” tambahnya.
Kunjungan ini merupakan salah satu komitmen Komisi Empat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program ketenagakerjaan. Selain membahas strategi pengurangan pengangguran dan peningkatan kualitas tenaga kerja, diskusi antara Komisi Empat dan Pj Kadisnaker Tabalong ini juga membahas rencana program dan kegiatan untuk Tahun Anggaran 2025, di mana tujuannya adalah menciptakan tenaga kerja produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Reporter: Tim Liputan





