Atlet Disabilitas NPCI Kalsel Tunjukkan Daya Saing di Turnamen Esports Kapolda Cup 2025

BANJARMASIN, DUTA TV – Tiga atlet disabilitas dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan menunjukkan performa membanggakan dalam Turnamen Esports Kapolda Cup Season II 2025 yang digelar di Kafe Excelso, Banjarmasin, Sabtu–Minggu (28–29 Juni).

Ketiganya—Muhammad Ilmi, M. Yahya Hernanda, dan Said Irsan Handaya—bertarung di kategori eFootball console melawan puluhan pemain profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Meski bersaing dengan atlet-atlet non-disabilitas berpengalaman, para wakil NPCI Kalsel tampil percaya diri dan mampu menembus babak 32 besar.

“Ini pengalaman luar biasa. Lawan-lawan kami sangat tangguh, tapi justru membuat saya lebih termotivasi untuk terus berkembang,” ujar Ilmi usai bertanding.

Hal senada diungkapkan Yahya Hernanda. Menurutnya, keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi momentum penting dalam mengasah mental bertanding dan memperkaya pengalaman.

“Kami ingin membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk berprestasi, terutama di ranah digital seperti esports,” tambahnya.

Pendamping tim esports NPCI Kalsel, Suhardian, menyebut bahwa partisipasi atlet disabilitas dalam turnamen ini merupakan langkah besar menuju dunia esports yang lebih inklusif.

“Ini bukan semata soal prestasi, tapi juga tentang keberanian dan pengakuan. Mereka menunjukkan kualitas yang tidak kalah dengan atlet umum,” katanya, didampingi June, rekan pendamping lainnya.

Kapolda Cup 2025 memperlombakan tiga gim populer, yakni Mobile Legends (256 pemain), PUBG Mobile (144 tim), dan eFootball (64 pemain). Babak kualifikasi online telah digelar pada 20–23 Juni, sementara fase final berlangsung selama dua hari dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79.

Partisipasi NPCI Kalsel dalam ajang ini dinilai sebagai tonggak penting yang mendorong ruang lebih besar bagi atlet disabilitas di panggung kompetisi digital nasional. Harapannya, turnamen semacam ini dapat terus digelar secara berkala dan menjaring lebih banyak talenta tanpa diskriminasi.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *